389419 KALI DIBACA

Massa Desak Kapoldasu Copot Kapolres Palas dan Kasatres

Massa Desak Kapoldasu Copot Kapolres Palas dan Kasatres

METROMEDAN – Massa aksi mendesak Kapoldasu, Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi agar mencopot Kapolres Padang Lawas (Palas) dan Kasat Reskrim (Kasatres).

Hal itu diutarakan massa saat menggelar aksi damai di depan Kantor Polda Sumatera Utara, Jl. Sisingamangaraja KM 10,5 Medan, pada Senin (18 Maret 2024) siang.

Massa aksi juga menyoroti buruknya kinerja Polres Palas dalam menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) saling lapor dan Perempuan korban kekerasan malah dijadikan sebagai tersangka sebagaimana tertuang dalam LP/63/XII/2022/SPKT/SEK SOSA/PALAS/SUMUT, TANGGAL 01 DESEMBER 2022.

“Kami menuntut Kapoldasu agar mencopot Kapolres Palas dan Kasat Reskrimnya. Karena kami menganggap tidak mampu menyelesaikan masalah kasus KDRT terhadap ibu rumah tangga,” kata koordinator aksi, Daniel.

Dalam orasinya, Daniel juga mengajak Ibu Kapoldasu dan Ibu Wakapoldasu melihat kejadian aneh di Kab. Palas ini yang menjadi korban KDRT malah dijadikan tersangka.

“Mohon bantuan dan perhatian ibu atas kasus ini. Bayangkan jika ini terjadi dengan ibu atau anak perempuan kita. Pasti kita akan sedih dan prihatin ibu,” ucapnya.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, seorang ibu rumah tangga, Jenti diduga dianiaya oleh SH yang merupakan suaminya (saat ini sudah bercerai).

Berdasarkan sangkaan Pasal 44 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT), SH terancam hukumannya lima (5) tahun.

“Namun, sudah lama kasus ini. Tersangka tidak ditahan. Bahkan sampai Pengadilan juga tidak ditahan. Bahkan seorang perempuan yang seharusnya menjadi korban ditetapkan juga sebagai tersangka. Sehingga kami mendesak Poldasu untuk mengawal kasus ini,” jelas Koordinator aksi.

Terkait hal itu, saat dikonfirmasi Wartawan kepada Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol. Hadi Wahyudi  mengaku, bahwa aspirasi masyarakat itu akan ditindaklanjuti sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” katanya.

Sebelumnya, pihak Polres Palas juga tidak melakukan penahanan terhadap tersangka penganiayaan tersebut. Sementara sang Istri sebelum berpisah mengaku berulang kali dihajar suami. Dikhawatirkan tersangka akan mengulangi perbuatannya bila kebetulan berjumpa di suatu tempat. Peristiwa dan laporan ini terjadi sejak Desember Tahun 2022.

(MM Metromedan.co.id)

Loading...
This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family