146619 KALI DIBACA

Bernard Jonly Siagian Ditangkap Kejatisu, Ini Kasusnya

Bernard Jonly Siagian Ditangkap Kejatisu, Ini Kasusnya

METROMEDAN, SUMUT – Bernard Jonly Siagian, ST ditangkap Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) di Rumah Orang tuanya, Jl. Purwosari, Gg. Dame, Kel. Pulo Brayan Bengkel, Kec. Medan Timur, Kamis (19 Januari 2023) sekira pukul 12.45 WIB.

Bernard Jonly yang berstatus Terpidana ditangkap dalam kasus tindak pidana korupsi pembangunan jalan Amborgang -Sampuara Porsea/Uluan dengan nilai kontrak Rp. 4.457.540.000 yang pada saat itu ia menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat Toba Samosir (sekarang Kab. Toba).

Dia ditangkap usai Tim Tabur yang dipimpin langsung Asintel I Made Sudarmawan menerima informasi keberadaan terpidana itu, tim langsung melakukan pengembangan dan berhasil mengamankannya.

Kajati Sumut, Idianto, SH, MH didampingi Asintel I Made Sudarmawan melalui Kasi Penkum, Yos A Tarigan membenarkan pihaknya telah mengamankan terpidana Bernard Jonly Siagian, ST tersebut.

“Saat kita amankan, terpidana kooperatif dan tidak melakukan perlawanan,” kata Yos A Tarigan didampingi Kasi E pada Asintel M. Husairi, SH., MH.

Dijelaskan Yos sebelumnya, Kejaksaan Negeri Toba Samosir (Kejari Tobasa) telah menetapkan Bernard Jonly Siagian masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena terpidana belum juga hadir memenuhi panggilan kejaksaan, menyusul keluarnya putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) RI.

“Terpidana akan kita serahkan ke Tim Jaksa dari Kejari Toba Samosir untuk dieksekusi menjalani hukumannya. Kita perlu tegaskan, bahwa Jaksa Agung dalam seruannya menyampaikan agar DPO segera menyerahkan diri, karena tidak ada tempat yang aman bagi DPO,” ucap mantan Kasi Pidsus Kejari Deli Serdang ini.

Lanjut Yos mengatakan, bahwa Bernard Jonly Siagian didakwa melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan FH selaku Direktur PT Bintang Timur Baru (masih DPO) terkait pekerjaan Peningkatan Jalan Amborgang – Sampuara Porsea/Uluan, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus 2017 lalu sebesar Rp4.457.540.000.

JPU Kejari Tobasa telah menuntut terdakwa Bernad Jonly Siagian dan FH dengan tuntutan penjara selama 5 Tahun 6 bulan dengan denda masing-masing Rp200 juta dengan Uang Pengganti sebesar Rp278.167.685 dari total kerugian negara sebesar Rp511.767.685,20.

Selanjutnya, Pengadilan Tipikor Medan kemudian memvonis terpidana 1 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan, tanpa dikenakan UP kerugian keuangan negara.

Kemudian Mahkamah Agung RI menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Medan dan menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara dengan denda Rp50 juta pada 5 Agustus 2021,” jelasnya.

(MM01 Metromedan.co.id – Sumut)

Loading...
This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family