293819 KALI DIBACA

GNPK Pertanyakan Kelanjutan Kasus PETI di Madina ke Poldasu

GNPK Pertanyakan Kelanjutan Kasus PETI di Madina ke Poldasu

METROMEDAN, MADINA – Gerakan Nasional Pencegah Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Perwakilan Sumatra Utara (Sumut) mempertanyakan kelanjutan kasus Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke Poldasu.

Pertanyaan Organisasi Masyarakat (Ormas) itu terkait sudah sejauhmana tindaklanjut proses hukum kasus PETI di Kabupaten Madina ini dibuktikan dengan kembalinya GNPK RI melayangkan surat kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra dan Irwasda Sumut perihal kasus PETI jilid II yang melibatkan tersangka yang sama yaitu Akhmad Arjun Nasution (AAN).

Sekretaris GNPK RI Perwakilan Sumut, Yulinar Lubis kepada awak media, Selasa (10 Januari 2023) menyampaikan, hingga saat ini tampaknya Kapolda Sumut seperti mendiamkan kasus PETI di Kabupaten Madina tersebut.

Padahal berdasarkan informasi yang Tim Ormas GNPK RI dapat di lapangan, AAN yang merupakan tersangka dalam PETI jilid I kini kuat dugaan, telah kembali melakukan aksi PETI di wilayah Madina.

“Tersangkanya sudah bebas. Bahkan diduga telah kembali melakukan kegiatan PETI lagi. Kami mengirimkan surat ini sebagai kritik kepada Kapolda Sumut. Mana ketegasan Kapolda yang katanya mau memberantas PETI di Sumut,” terangnya via WhatsApp.

Yulinar berharap, surat yang GNPK RI kirimkan, tidak hanya sekadar dapat balasan saja. Namun juga disertai dengan tindak lanjut dan bila perlu langsung dilakukan penindakan terhadap tersangka PETI jilid II ini.

“Tersangka ini walaupun sudah pernah dihukum, tetapi diduga kuat saat ini masih juga tetap melakukan aktifitas kegiatan ilegal. Sehingga untuk kasus yang kedua ini, tersangka itu harus dihukum lebih lama sehingga bisa lebih sadar dan jera,” jelas Aktivis anti korupsi ini.

(Anto Metromedan.co.id – Madina)

Loading...
This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family