475819 KALI DIBACA

Diduga Lecehkan Sejumlah Siswi, Oknum Guru SMPN31 Medan Dilaporkan ke Polisi

Diduga Lecehkan Sejumlah Siswi, Oknum Guru SMPN31 Medan Dilaporkan ke Polisi

METROMEDAN, SUMUT – Diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswinya, oknum guru SMP Negeri 31 (SMPN31) Medan inisial LS dilaporkan ke Kepolisian Resor Kota Besar Medan (Polrestabes Medan).

Guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) tersebut di perkirakan berusia 56 tahun diduga melakukan pelecehan terhadap siswinya saat jam belajar di sekolah.

Laporan itu tertuang dalam nomor LP/B/3694/XII/2022/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara tertanggal 3 Desember 2022 pukul 17.17 WIB.

Oknum guru LS diketahui mengajar mata pelajaran Penjaskes di SMP Negeri 31 Medan, Jalan Jamin Ginting KM 13.5 Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.

Salah satu orangtua siswi yang menjadi korban pelecehan oknum guru tersebut, kepada wartawan, Minggu (4 Desember 2022) mengatakan bahwa kondisi mental anak gadisnya kini terganggu, trauma dan merasa ketakutan.

Pengakuan korban kepada orangtua, LS melecehkan mereka dengan cara meremas payudara, memeluk memegang perut dan meremas pantat.

Bahkan LS sering meminta kepada korban untuk menggigit bibir dan mencium. Rata-rata para korban pelecehan ini masih kelas VIII (2) dan kelas IX (3) di sekolah SMP Negeri 31 Medan.

Menurutnya, LS juga sering melontarkan kata-kata berbau mesum kepada para korban seperti kalimat ‘sini kugigit lidahmu’ dan ‘sini buka aja bajumu’.

Siswi yang masih polos ini dipeluk-peluk dirangkul diremas pantatnya dan diremas payudara oleh oknum guru itu.

Ketika orangtua bertanya kepada korban atas peristiwa yang terjadi malah menangis sesenggukan dan ketakutan. Mentalnya terganggu karena diancam atau diiming-imingi dengan nilai.

“Sering kata-kata mesum disampaikan ke anak kami, sudah kena mental anak kami,” kata orangtua korban yang tak mau namanya ditulis awak media.

Menurut orangtuanya korban tindakan pelecehan seksual ini bukan pertama kali terjadi akan tetapi sudah berlangsung lama sejak beberapa tahun yang lalu.

“Bukan anak kami saja bang, mungkin masih banyak siswi lain mengalami hal yang sama dilakukan oleh oknum guru itu. Mungkin masih enggan atau takut melaporkan yang dialaminya,” ucapnya.

Bahkan, sambung orangtua korban, alumni dari sekolah ini juga sudah ada korban akan tetapi tidak berani untuk berbicara dan melaporkan.

“Alumni mereka juga sudah kena cuma tidak ada murid yang berani ngomong dan baru di tahun ini ada satu siswi yang berani ngomong makanya terbongkar,” ucapnya.

Sementara siswi lainnya yang juga mengaku menjadi korban perbuatan oknum guru LS sebelumnya pernah mengadu kepada Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) inisial NS dan menceritakan semua tindakan dan perlakuan oknum guru Penjaskes tersebut.

“Karena mungkin anak ini merasa betul-betul gak tahan dan mungkin merasa ketakutan atau merasa gak nyaman lagi atas kelakuan oknum guru itu, makanya melapor,” terang orangtua korban.

Saat mengadu NS bertanya kepada korban siapa saja yang dipegang-pegang oknum guru itu ‘Cuma kamu aja dipegang pegang Bapak (oknum) itu,” tanya Wakepsek seperti ditirukan orangtua korban.

Lalu korban menjawab sudah banyak, mendengar itu NS terkejut. NS pun bertindak dan semua korban dikumpulkan kemudian satu persatu ditanyakan. Alhasil semua korban mengakui menjadi korban pelecehan seksual.

Lima orangtua siswi membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan. Awalnya mereka mendatangi Polsek Medan Tuntungan namun karena unit PPA tidak ada di Polsek mereka diarahkan ke Unit PPA Polrestabes Medan.

Lantaran para orangtua korban merasa khawatir dan tidak tenang, pada Jumat lalu akhirnya mendatangi sekolah. Mereka ingin tahu perkembangan dan tindakan dari sekolah.

Saat digelar mediasi para orangtua korban melihat bahwa pihak sekolah terkesan membela oknum guru atau terlapor. Mediasi pun tidak membuahkan hasil.

Para orangtua siswi menduga ada upaya-upaya dari pihak sekolah untuk menutup-nutupi masalah ini atas kesalahan yang dilakukan oknum guru.

Orangtua para korban juga melihat tidak ada etikad baik dari oknum guru LS tersebut atau mengakui perbuatannya serta meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan kepada para korban.

Sampai berita ini diturunkan awak media belum dapat meminta keterangan dari terduga pelaku LS maupun pihak Polrestabes Medan. Namun upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

(Jaka Metromedan.co.id – Sumut)

Loading...
This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family