34419 KALI DIBACA

Kapolri Bersama Panglima TNI dan Ketua DPR RI Tinjau Posko Penyekatan Pelabuhan Bakauheni

Kapolri Bersama Panglima TNI dan Ketua DPR RI Tinjau Posko Penyekatan Pelabuhan Bakauheni

METROMEDAN – Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Ketua DPR RI Puan Maharani meninjau posko penyekatan check point Pelabuhan Bakauheni Lampung.

Dalam kunjungan peninjauan tersebut turut serta diantaranya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Setibanya di posko, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama rombongan mendapatkan paparan terkait pelaksanaan pelarangan mudik oleh pihak ASDP. Dalam pelaksanaannya, hanya 18 kapa Roro Fery yang dioperasikan, berbeda pada hari biasanya kapal yang dioperasikan sebanyak 32 kapal perhari.

“Hari biasa yang dioperasikan 32 kapal, dengan rata-rata dan 105-110 trip,” ungkap Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keteranganya, Minggu (9 Mei 2021).

Dengan berkurangnya kapal fery yang melayani penyebrangan, berdampak menurunnya jumlah penumpang dan kendaraan yang melakukan penyebrangan selama pelarangan mudik yang berlaku tanggal 6-17 Mei 2021.

“Perhari hanya 3.245 kendaraan, yang hanya mengangkut logistik dan barang ekspedisi,” sebut mantan Kabareskrim Polri ini.

Setelah melakukan peninjauan di Bakauheni, Jenderal Listyo bersama rombongan kemudian terbang ke posko penyekatan di Pelabuhan Merak, Banten. Dilaporkan kepada Orang nomor satu di Korps Bhayangkara ini, jumlah personel gabungan yang melakukan pengamanan di Merak, sebanyak 2.506 yang terbagi dalam 19 pos pelayanan, 5 pos pengamanan dan 24 pos penyekatan.

“Operasi ketupat ini bertujuan untuk mencegah perpindahan virus atau penyebaran virus. Maka diperkuat protokol kesehatannya,” kata Jenderal Listyo.

Beberapa tempat wisata di Banten, seperti pantai Anter, Carita dan Labuan dilakukan pengamanan dan penyekatan untuk mengontrol wisatawan agar tidak menimbulkan kerumunan. Mantan Kadiv Propam Polri ini memerintahkan agar tempat wisata yang berada di zona merah untuk ditiadakan alias ditutup.

“Penyekatan kegiatan masyarakat yang melakukan wisata, di wilayah zona merah tempat wisata di tiadakan,” ujarnya.

Disamping itu, Kapolri Jenderal Listyo meminta agar dilakukan pengecekan secara random bagi masyarakat yang berwisata. Ia meminta kepada seluruh pengelola hotel agar selalu menegakan disiplin protokol kesehatan.

(E Metromedan.co.id, Lampung)

Loading...
This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family