51319 KALI DIBACA

Teken MoU Tentang Penegakan HAM, Kapolri Ungkap Seluruh Personel Bakal Diberi Pemahaman 

Teken MoU Tentang Penegakan HAM, Kapolri Ungkap Seluruh Personel Bakal Diberi Pemahaman 

METROMEDAN – Teken Memorandum of Understanding (MoU) Tentang Penegakan HAM di Indonesia, Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si pada momentum itu mengungkapkan, dengan semangat menjunjung tinggi HAM di Indonesia, maka seluruh personel Polri mulai dari prajurit hingga level pimpinan bakal diberikan pemahaman soal menjaga hak asasi manusia.


Dengan ditanamkannya pemahaman soal menjunjung tinggi HAM, kata Jenderal Listyo, maka kedepannya tidak adalagi celah-celah terjadinya pelanggaran terkait dengan hal tersebut.

“Pemahaman HAM akan diberikan kepada personel Polri mulai dari pelaksana sampai pimpinan. Sehingga di lapangan potensi pelanggaran HAM bisa dihilangkan,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini dalam acara MoU dengan Komnas HAM di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20 April 2021).

Dalam penandatangan MoU antara Polri dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jenderal Listyo menekankan, saat ini Korps Bhayangkara bakal berpegang teguh untuk menjaga HAM dalam menjalankan tugasnya dalam menciptakan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas).

“Saya menyambut baik perpanjangan nota kesepahaman antara Komnas HAM RI dan Kepolisian. Kerjasama yang ada bisa dimanfaatkan dan diperlukan untuk proses penyelidikan Komnas seperti Inafis, Labfor dan lainnya,” ucap Jenderal bintang empat ini.

Dalam Nota kesepahaman itu juga menjadi wadah pertukaran data dan informasi, penggunaan Labfor dan Inafis.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengapresiasi Polri atas penandatanganan nota kesepahaman. Hal ini wujud nyata dari transparansi Polri.

Menurut Ahmad, di era kepemimpinan Kapolri Sigit, Korps Bhayangkara saat ini semakin transparan dan lebih kooperatif dengan sesama lembaga maupun pihak eksternal.

“Kami merasakan ada komunikasi dan koordinasi yang baik maka kami sangat terbantu karena diberikan akses dan ruang yang cukup serta keterbukaan Polri,” sebutnya.

Selain itu, tambah Ahmad, komunikasi di daerah sangat bagus. Dengan tantangan media dan keterbukaan maka kepolisian berani mendisiplinkan aparat yang salah merupakan suatu kemajuan.

“Dan adanya rekomendasi yang baik direspon dengan baik. Upaya yang dilakukan perkembangan kemajuan dalam bertugas sangat baik,” jelasnya.

(E Metromedan.co.id, Jaksel)

 

Loading...
This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family