176919 KALI DIBACA

Di Medsos Seorang TKI yang Dibunuh di Malaysia Bernama Lisa Sirait

Di Medsos Seorang TKI yang Dibunuh di Malaysia Bernama Lisa Sirait

METRO MEDAN – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diperkosa dan dibunuh di Klang, Selangor, Malaysia, pada Rabu (23 Desember 2020), kini telah terungkap.

Berdasarkan penelusuran awak media perempuan muda itu berinisial KHS berusia 20 tahun. Namun di media sosial (Medsos), ia menggunakan nama Lisa Sirait.

KHS dipastikan berasal dari Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Di Malaysia, ia bekerja di sebuah kilang (pabrik) bersama kakaknya.

Keduanya tinggal di kompleks perumahan di Jalan Sri Sarawak 18, Taman Sri Andalas, Klang.

Disebut pelaku pembunuh korban, seorang pria asal Langsa, Aceh. Dikabarkan pelaku kini telah ditangkap oleh kepolisian Malaysia.

Menurut kronologi, KHS diperkosa, dirampok, dan dibunuh oleh pria asal Aceh itu saat kakaknya pergi membeli makanan. Pelaku rupanya sudah mengintai sebelum sang kakak pergi ke luar.

Begitu kembali, sang kakak histeris mendapati sang adik sudah tewas dengan kondisi mengenaskan.

KHS sendiri cukup aktif bermain TikTok. Sebelum dibunuh, ia sempat mengunggah 8 video di TikTok, termasuk bersama sang kakak. Sejumlah video TikTok-nya dibanjiri ucapan duka cita. Ditemukan, KHS sudah dalam keadaan setengah telanjang dan ada bekas tikaman di lehernya. Jenazahnya lantas dibawa ke Hospital Tengku Ampuan Rahimah (HTAR).

“Mohon bantuannya pak jokowi supaya mayat adek saya sama adek saya yang di malaysia itu bisa pulang kembali,” tulis kakak KHS, Dila Sirait di Facebook.

Menurut Dila Sirait, KHS selama ini dikenal baik hati dan tulang punggung keluarga.

Persatuan Kebajikan Aceh Klang, anak cabang dari Persatuan Sosialisasi Ummat Ban Sigom Aceh (SUBA), berencana memfasilitasi kepulangan jenazah KHS ke kampung halamannya di Asahan.

Inisiatif Persatuan Kebajikan Aceh Klang ini merupakan bentuk kepedulian, terutama lantaran pelakunya adalah orang Aceh.

Ketua Persatuan Kebajikan Aceh Klang, Murdani meminta polisi menghukum pelaku seberat-beratnya.

“Tindakan dan perbuatan pelaku sudah mencoreng nama baik Aceh,” kata Murdani.

(EPP Metro Medan)

Loading...
This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family