16619 KALI DIBACA

Digerebek Warga Konsumsi Narkoba, Brigadir AS Diamankan

Digerebek Warga Konsumsi Narkoba, Brigadir AS Diamankan

SIMALUNGUN (Metro Medan) – Warga masyarakat desa Ambarokan gerebek sebuah rumah kawasan perladangan di Dusun 3 Ambarokan Pane, Kec. Raya Kahean, Kamis (22 Oktober 2020) sekira pukul 01.00 Wib.

Hasilnya, oknum polisi aktif, Brigadir AS berhasil diamankan di Pos Kamling Pane Raya Ujung sementara rekannya yang lain berhasil melarikan diri.

Selanjutnya warga menghubungi Kanit Reskrim Polsek Raya Kahean, Ipda Rudi Junaidi, setibanya, kemudian Ipda Rudi Junaidi memboyong Brigadir A.S ke Polsek Raya Kahean.

Terkait diamankannya Brigadir AS diduga mengkonsumsi Narkoba, Kapolres Simalungun, AKBP Agus Waluyo, S.I.K kepada awak media, Jumat (23 Oktober 2020) mengatakan,”Siapapun yang terlibat, termasuk anggota (polisi) kita akan tindak tegas,” ucapnya.

Menurutnya, hal itu sesuai instruksi Bapak Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si., Tidak ada toleransi bagi anggota yang ikut terlibat dalam jaringan pengedar narkoba.

”Kapolda sudah tegas. Kita pun disini juga harus tegas terhadap anggota yang terlibat,” kata Kapolres Simalungun.

Sebagaimana dengan pernyataan Kapolda Sumut yang menyatakan tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di Sumatera Utara, demikian kita juga disini tidak membiarkan para pelaku kejahatan memiliki tempat di Simalungun.

”Yang pasti, maupun itu anggota Polri harus ditindak tegas,” ujar AKBP Agus Waluyo.

Senada juga dikatakan Kasi Propam Polres Simalungun, Iptu Alwan mengatakan, instruksi Kapolda Sumatera Utara sudah dijalankan. Buktinya, polisi juga ikut diringkus dalam penggerebekan di sebuah rumah di perladangan di Dusun III Ambarokan Pane, Kec. Raya Kahean.

”Anggota itu kita tahan kok,” ujarnya.

A.S diamankan dan dikenakan pelanggaran KKEP yaitu positif mengkonsumsi Narkoba dan selanjutnya akan di proses Melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf B, PP no 1 tahun 2003 Jo psl 7 ayat 1 huruf B, Perkap no. 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri dan diproses Sipropam.

”Saat ini, penyidik masih mengembangkan kasus itu,” bebernya.

Terkait hukuman berat bagi anggota yang terlibat dalam penyalagunaan narkotika itu, nanti akan diputuskan karena melihat barang bukti yang ada padanya pada saat itu tidak menemukan Barang Bukti Sabu atau Narkotika jenis lainnya. Melainkan alat-alat menggunakan narkotika saja, seperti alat isap sabu bong, tas kecil, bola lampu dan jarum speed,” terang Alwan.

(Simalungun/Metromedan.co.id, Red)

Loading...
This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family