11819 KALI DIBACA

Pasutri Terjerat Kasus Pemalsuan Dokumen BPKB Bebas Usai Serahkan Uang Rp30 Juta

Pasutri Terjerat Kasus Pemalsuan Dokumen BPKB Bebas Usai Serahkan Uang Rp30 Juta

Metro Medan –  Mendapat kabar seorang Pria warga Kecamatan Delitua inisial JM (36) bersama dengan istrinya, JL, terjerat kasus pemalsuan dokumen kendaraan roda dua Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).

Disebut pasangan suami istri (pasutri) itu sudah dijebloskan ke dalam tahanan selama lebih kurang 2 minggu lamanya. Demikian disampaikan Jaison anak kedua tersangka saat ditemui di halaman Polsek Percut Sei Tuan jajaran Polrestabes Medan, Sabtu (10 Oktober 2020).

Jaison membeberkan awal kronologis peristiwa naas yang dialami kedua orang tuanya. Dimana orang tuanya JM menjual kendaraan roda duanya kepada MK sebagai pembeli, namun belakangan diketahui MK merasa dirugikan atas surat-surat kendaraan yang ia beli dari JM, yang dituduh bodong alias surat-surat yang dipalsukan.

MK pun keberatan dan merasa dirugikan dan sebagai awal mulanya JM dan isterinya JL tersandung kasus dan tertangkap di daerah pancing pada malam hari, lalu kemudian dimasukan ke jeruji besi.

Di halaman Mako Polsek Percut Sei Tuan, MK mendesak anak JM yakni Jaison agar menambah uang perdamaian mereka Rp.3 juta lagi. “Setelah sebelumnya sudah disepakati uang damai sebesar Rp.15 juta dan itupun sudah diserahkan kepada MK,” kata Jaison.

Keterangan Jaison anak dari JM mengatakan total uang yang ia serahkan sejumlah Rp.30 juta dengan rincian yakni Rp.15 juta kepada MK (korban), dan Rp.15 juta diserahkan ke oknum penyidik bermarga Tanjung lalu seterusnya diserahkan lagi ke Herlambang.

“Iya pak, melalui oknum penyidik, pak tanjung sudah saya kasih uang Rp.15 juta tadi pagi dan diteruskan ke pak Herlambang agar orang tua saya bebas,” ujarnya.

Jaison menambahkan, untuk MK juga sudah diserahkan uang sebesar Rp.15 juta sebagai persyaratan jalur damai agar orangtuanya dibebaskan pada hari Sabtu (10/10/2020) sekira pukul 18.30 WIB. Namun belakangan diketahui, MK kembali meminta tambahan lagi Rp.3 juta kalau tidak perdamaian dibatalkan.

Dihubungi terpisah Jaison via whatshap menyebutkan kalau orangtuanya sudah dibebaskan dan sudah aman.

“Sudah pak, orangtua saya sudah di rumah sudah tidak ada masalah lagi,” pungkasnya, Minggu (11/10/2020).

Perihal itu, saat dikonfirmasi awak media, Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Ricky Pripurna Atmaja pun tak menampik kalau JM bersama istrinya sudah dibebaskan dari sel tahanan melalui via whatshapnya, Selasa (13 Oktober 2020).

Ricky menyarankan agar wartawan mengkonfirmasi langsung kepada korban saja (MK). Demikian dikemukakan orang nomor satu di jajaran Mapolsek Percut Sei Tuan tersebut diplomatis. “Konfirmasi ke korban saja, karena korban yang cabut laporan,” urainya.

Disinggung perihal penyerahan uang sebanyak Rp.15 juta rupiah ke oknum Juper anak buahnya, Ricky menyebut tidak tahu katanya singkat.

Loading...
This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro