21019 KALI DIBACA

JPU Minta Gelar Rekontruksi Ulang Tindakan Kekerasan Terhadap Anak

JPU Minta Gelar Rekontruksi Ulang Tindakan Kekerasan Terhadap Anak

T.BALAI (Metro Medan) – Dalam perkara tindakan kekerasan terhadap anak dan mengakibatkan meninggal dunia di Jl. Dl Panjaitan, Gg. Pringgan Link IV, Kel Pasar Baru, Kec Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai, Kejaksaan Penuntut Umum dari Kejaksaan Pengadilan Negeri Tanjung Balai. Rabu (11 Maret 2020) pukul 10:00 Wib meminta agar Gelar Rekontruksi Ulang.

Berdasarkan Gelar Rekontruksi ulang yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Tanjung Balai, AKP Rapi Pinakri bersama Kaur Bin Ops Sat Reskrim, Iptu K. Sitepu dan Kanit Pidum. Ps Kanit Ekonomi dan Tipidter serta Kanit Tipikor juga ikut serta Sat Reskrim Polres Tanjung Balai dan seluruh anggota Polres Tanjung Balai yang terlibat PAM Rekontruksi.

Rekontruksi ulang Kasus Kekerasan turut hadir dalam Rekon, Jaksa penuntut umum dari kejaksaan negeri Tanjung Balai, Fahrul Azmi Lubis, SH bersama Joharlan Hutagalung, SH dan Yosep Antonius, SH Serta Elmas Yuliantri, SH.

Selanjutnya Petugas dari Bapas Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Tanjung Balai, Hamonang Saragih. SH. MH bersama Prodeo (PH Anak) Eri Badiaraja Lubis, SH juga ikut serta dalam Rekon.

Gelar Rekonstruksi Ulang tersangka SP (16), pengangguran adalah warga Lk. IV Kel. Pasar Baru yang merencanakan pencabulan dan pembunuhan terhadap Korban Bunga (nama samaran) dan dalam peristiwa tindak pidana yang terjadi pada hari Sabtu (07 Maret 2020) pukul 03:30 Wib di Jl. D.I Panjaitan, Kec. Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai.

Reka dalam Adegan yang diperagakan oleh tersangka SP dalam rekonstruksi sebanyak 13 adegan dan maksud dan tujuan dilaksanakannya Rekonstruksi ulanh adalah mencocokan Keterangan tersangka SP yang didalam Berita acara pemeriksaan dengan Fakta yang ada di Tempat Kejadian Perkara agar pada saat di Persidangan dapat meyakinkan Hakim tentang peristiwa pidana yang terjadi.

Tersangka SP dikenakan pasal 81 Ayat (1) dan pasal 80 Ayat (3) dari UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ancaman Hukuman Maks 15 Tahun Penjara.

(MM Menayangkan, Red)

Loading...
This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro