34419 KALI DIBACA

Terkait Pengiriman SP2HP Melalui Akun WA, Ini Penjelasan Dr Redyanto

Terkait Pengiriman SP2HP Melalui Akun WA, Ini Penjelasan Dr Redyanto

example banner

Teks Gambar: Advokat, Dr. Redyanto Sidi, SH. MH. (MM)

 

TOBASA (Metro Medan)

Terkait pengiriman Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang dilakukan penyidik Polres Tobasa melalui Akun Whats App (WA), ini penjelasan dari Advokat, Dr Redyanto Sidi, SH. MH, Jumat (26 Juli 2019) sore.

Dia mengungkapkan, sebaiknya disampaikan dan secara langsung.

” Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, pasal 39 ayat 1, berbunyi dalam hal menjamin akuntabilitas dan transparansi penyidikan, penyidik wajib memberikan SP2HP kepada pihak pelapor baik diminta atau tidak diminta secara berkala paling sedikit 1 kali setiap 1 bulan.

Peraturan Kapolri nomor 14 Tahun 2012 ttg manajemen penyidikan tindak pidana telah jelas membagi kategori level kesulitan perkara termasuk jangka waktu penyelesaiannya.

Oleh karena itu, lanjut Dosen Pasca Sarjana di Universitas Pembangunan Panca Budi Medan ini menerangkan, untuk mengetahui perkembangan proses penyidikan yang sedang berlangsung, pihak pelapor dapat mengajukan permohonan untuk dapat diberikan SP2HP kepada pihak kepolisian terkait, sebagaimana telah diatur dalam ketentuan Pasal 11 ayat (1) huruf a Perkap No. 21 Tahun 2011 juncto Pasal 12 huruf c Perkap No. 16 tahun 2010.

Setiap penerbitan dan penyampaian SP2HP, maka Penyidik wajib menandatangani dan menyampaikan tembusan kepada atasannya. Dengan SP2HP inilah pelapor atau pengadu dapat memantau kinerja kepolisian dalam menangani kasusnya. Sewaktu-waktu, pelapor atau pengadu dapat juga menghubungi Penyidik untuk menanyakan perkembangan kasusnya,” ucapnya.

Menurut Pengacara kondang ini, jika penyidik menolak untuk memberikan SP2HP, maka kita dapat melaporkannya ke atasan Penyidik tersebut. Dan jika atasan Penyidik tersebut juga tidak mengindahkan laporan kita, maka kita dapat melaporkannya ke Divisi Propam Kepolisian Daerah terkait,” jelas pria yang akrab disapa Mas Redy.

Sebelumnya, pengiriman SP2HP dilakukan penyidik Polres Tobasa, Fridoni Sitorus terkuak berdasarkan keterangan dari Lambas Tony H. Pasaribu, SH. MH selaku Kuasa Hukum korban Yusni Hotmaria Boru Sinurat menyatakan, bahwa SP2HP kliennya diketahui dari Akun WA yang dikirim penyidik yang menangani perkara tersebut ke nomor WA ponsel miliknya.

” Tgl 12 Juli, itupun karena ku surati,” ungkap Kuasa Hukum korban kepada Wartawan.

Biar aja gak dikirim, kata Penasehat Hukum korban, nanti kenak orang itu, ini sudah sampai ke polda dan kompolnas, LPSK dan komnas HAM,” terangnya.

” Harusnya penyidik harus mengirimkan fisik surat itu ke alamat kantor saya selaku penasehat hukum korban.

Walaupun difotokan dan dikirim dari  WA ,fisiknya tetap harus dikirimkan karena yang sah adalah pengiriman surat asli,” sebut Lambas.

Adapun isi surat yang dilayangkan oknum penyidik tersebut dengan Nomor : B/133//VII/2018/ Reskrim untuk menindaklanjuti laporan korban yang berisikan, tentang penetapan status tersangka atas nama Elliana J. Siahaan dan pihak Polres Tobasa sudah mengirim surat panggilan pertama pada hari Selasa tanggal 02 Juli 2019 untuk hadir pada hari Jumat tanggal 05 Juli 2019 namun tidak dihadiri tanpa alasan yang jelas.

Pihak Polres Tobasa masih mendalami keterlibatan pihak lain dalam laporan korban, Yusni Hotmaria Boru Sinurat, apakah menyuruh melakukan, turut serta atau bersama-sama dengan Tersangka dalam melakukan tindak pidana tersebut dan akan memberitahukan dalam bulan ini.

Kemudian pihak Polres Tobasa telah mengirimkan kembali surat panggilan kedua sebagai Tersangka kepada Eliana J. Siahaan untuk hadir pada hari Selasa tanggal 16 Juli 2019.

Ditambahkan Lambas, menurut keterangan penyidik bahwa pemanggilan untuk kedua kalinya juga tidak dihadiri oleh tersangka, Eliana J. Siahaan di Polres Tobasa.

” Gak datang, sesuai pemberitahuan penyidik tanpa alasan yang jelas,” jelas Penasehat hukum korban.

(Dari Tobasa, MM Menayangkan)

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro