59219 KALI DIBACA

Diduga Mantan Caleg Kalah Serobot Tanah Perkara di Tobasa

Diduga Mantan Caleg Kalah Serobot Tanah Perkara di Tobasa

example banner

Ket. Gambar: Penasehat Hukum, Lambas Tony H. Pasaribu, SH. MH. (MM)

 

TOBASA (Metro Medan)

Diduga salah satu mantan Caleg Provinsi dari PDIP dapil 9 Sumut, inisial JT melakukan penyerobotan tanah perkara di Tobasa.

Hal ini terkuak berdasarkan keterangan Korban Yusni Hotmaria Sinurat (62) melalui Kuasa Hukumnya, Lambas Tony H. Pasaribu, SH. MH.

Kepada Wartawan, Lambas menjelaskan, kejadian itu berawal saat kliennya Yusni Hotmaria Sinurat sebelumnya membeli tanah Togu Siahaan senilai Rp. 1 Milliar 50 juta dengan ukuran 33 x 9 Meter di Kota Balige melalui perantaraan atau kuasa jual Terlapor Elyana Yosifin Siahaan (50) pada tanggal 12 Juli 2018 sekira pukul 12:00 WIB di Jalan DI Panjaitan, Kec. Balige, Kab. Tobasa.

Setelah itu kliennya membayar sesuai kesepakatan dan sudah lunas namun tanpa alasan jelas, kuasa penjual /Terlapor Elyana Yosifin Siahaan warga Lumban Silintong Balige Cafe Putri Tao, Kec. Balige, Kab. Tobasa justru mengurus setifikat tanah atas pemilik sebelumnya atau penjual (Togu Siahaan) kemudian pelapor merasa dirugikan karena Terlapor dan pemilik tanah tidak menyerahkan setifikat tersebut untuk dibalik namakan atas nama Pelapor /Pembeli justru sertifikat tersebut berada ditangan pihak lain inisial JT (54), mantan caleg Provinsi dari PDIP dapil 9 Sumut yang kebetulan kalah dalam pileg yang lalu dan kemudian JT dengan sepihak telah mengolah tanah terperkara tersebut.

Sedangkan tanah tersebut, lanjut  Penasehat Hukum mengatakan, masih status quo karena belum ada putusan yang inkrah, kliennya menilai JT telah merebut hak atas tanahnya dengan cara melawan hukum dan sebelumnya laporan penggelapan dan penipuan itu sudah diproses di Polres namun hampir setahun berlalu kasusnya tidak kunjung selesai.

 

“Sementara proses laporan Pelapor yang dilaporkan sebagaimana yang tertuang dalam Surat Tanda Bukti Lapor Nomor: STBL/177/IX/2018/SU/TBS, Selasa (25 September 2018) lalu sampai sekarang masih mengambang dan belum sampai pada penetapan tersangka sementara bukti penyerahan uang dan saksi sudah lengkap diperiksa oleh penyidik.

Sebagai Kuasa Hukum, Lambas Tony H. Pasaribu, SH. MH kepada Wartawan mengatakan, dirinya sangat menyayangkan tindakan JT yang menyerobot tanah tersebut, sementara sertifikat sudah diblokir di BPN Tobasa dan tidak bisa dialihkan atas nama siapapun sampai adanya putusan yang inkrah.

Selain dilaporkan secara pidana tindakan Terlapor Elyana Yosifin Siahaan yang diduga melanggar 372 dan 378 KUHP Pidana beserta 3 orang lain berinisial HS, LS, LP, masing -masing berperan sebagai perantara dalam jual beli tanah tersebut,” ucap Lambas.

Lanjut Kuasa Hukum berkata, kliennya juga melalui dirinya sudah menggugat secara Perdata ke Pengadilan Negeri Balige dengan perkara No 59 /Pdt.G/ 2019/ PN.BLG.

“Lambannya proses perkara ini hampir setahun lamanya sudah memberikan celah timbulnya perkara baru yaitu penyerobotan tanah yang dilakukan oleh JT yang merupakan saudara, suami mereka abang beradik dengan Terlapor Elyana Yosifin Siahaan, sebagai praktisi hukum saya mengharapkan ketegasan dan penegakan supremasi hukum oleh Kepolisian dan Jaksa agar persoalan kepemilikan tanah tidak carut marut dan menimbulkan masalah seperti ini yang berpotensi menimbulkan konflik, kita harus dukung program Presiden Jokowi untuk pendaftaran dan penegasan status kepemilikan tanah masyarakat,” tegas Candidat Doktor Ilmu Hukum.

Ketika dikonfirmasi Wartawan tentang perkembangan kasus pelapor dan disebut mengambang di Polres Tobasa, sesuai Surat Tanda Bukti Lapor Nomor: STBL/177/IX/2018/SU/TBS, Selasa (25 September 2018) atas nama Terlapor Elyana Yosifin Siahaan kepada Penyidik Polres Tobasa, Fridoni Sitorus, Rabu (29 Mei 2019) mengatakan agar, “Koordinasi langsung sama ph korban, klau enggak mau datang kekantor,” terang penyidik.

(Dari Tobasa, MM Menayangkan)

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro