59019 KALI DIBACA

Terkait Laporan Istri Pertama, Praktisi Hukum Sarankan Rizky Ajukan Gugat Cerai

Terkait Laporan Istri Pertama, Praktisi Hukum Sarankan Rizky Ajukan Gugat Cerai

example banner

Metro Medan

Terkait laporan Istri Pertama, Ikradina Hasibuan (25) tentang penelantaran anak di Polsek Sunggal dan laporan kawin halangan di unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan, Praktisi Hukum, Dr Lambas Pasaribu, SH. MH menyarankan, sebagai suami, M.Rizky (24) agar mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama.

“Saran saya suruh aja si rizky melayangkan gugatan cerai ke pengadilan agama,” ungkapnya kepada Wartawan.

Saat disinggung tentang dana biaya anak dugaan adanya peran penyidik yang memberi masukan sebagaimana diutarakan Ikradina kepada Rizky, Candidat doktor ilmu hukum ini menyebut,”Bahaya sekali buat kepolisian tentang uang perdamaian ini,” ucapnya.

Lanjut Lambas berkata,”Dari bahasa pelapor itu mengenai penyidik,penyidik seakan akan sudah berkomitmen dengan pelapor tentang uang perdamaian itu,” cetusnya.

Permintaan sejumlah dana sebesar Rp.36 Juta yang diminta istri pertama, Praktisi Hukum mengatakan,”Masalah biaya asuh anak yang dituntut si dina gak bs di putuskan atau ditetapkan oleh polisi,kecuali atas gugatan perdata di pengadilan. Kalau tidak itu bs masuk ranah pemerasan ujung ujungnya,” ujarnya.

“Hak anak itu di putuskan di pengadilan,” terang Lambas yang juga Dosen Univ. Quality Berastagi.

Campur tangan mertua dan dugaan adanya hubungan khusus yang dilakukan istri pertama, Ikradina Hasibuan dengan pria lain dalam berumahtangga menyebabkan M. Rizky memutuskan untuk menikah lagi dengan wanita lain yang diketahui bernama Rumala Dewi (24).

Pria yang akrab disapa Rizky menceritakan, bahtera rumah tangga dirinya dengan istri pertama yang akrab disapa Dina pecah, sejak kepergiannya dari rumah mertua, padahal keduanya telah dikaruniai bayi perempuan.

Ricky meninggalkan istri dan anak simatawayangnya disebabkan tanpa alasan yang jelas, mertua laki-laki, Syrifuddin Hasibuan tiba-tiba mengusir Rizky dari rumahnya di Jalan Komplek Abdul Hamid, Nst, Desa Kampung Lalang, Kec. Sunggal DS pada tahun 2013 saat anak simatawayangnya, Syifa masih berusia satu (1) bulan.

Kejadian itu disaksikan tetangga, istri pertama dan Ibu mertua perempuan, Deliaty Lubis namun selaku istri, Dina tidak memberi pembelaan sama sekali terhadap suaminya tersebut lalu Rizky memutuskan pulang ke rumah orangtuanya di Dusun VII, Kampung Banten, Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru sementara Dina dan bayinya, Syifa tinggal di rumah mertuanya itu.

Meskipun tidak berpenghasilan tetap, sebagai suami dan ayah untuk anak simatawayangnya itu, Rizky tetap memberikan nafkah sesuai kemampuannya.

Setahun berlalu pada tahun 2014, Rizky merasa terkejut mendapatkan istri pertamanya berphoto berduaan dengan pria lain di akun facebook.

 

“Kayaknya tidak pantas Dina berphoto bersama pria lain di Facebook (FB) yang tidak saya kenal, karena dia kan masih istri sah saya. Jelas saya menduga ada hubungan khusus sama mereka berdua,” keluh Rizky.

Pada tahun 2014 juga, tiba-tiba saja Rizky merasa terkejut mendapat panggilan dari penyidik unit PPA Polsek Sunggal, Bripka Siti Fauziah Nasution sebagaimana yang tertuang dalam surat laporan Nomor LP/549/III/2014/SPKT POLSEK SUNGGAL tanggal 12 Maret 2014 tentang tindak pidana melantarkan orang lain dalam lingkungan keluarga atas laporan Pasal 49  dari UU RI nomor 23 Tahun 2004, Tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga yang dilaporkan oleh istri pertamanya, Dina namun hal itu ditepis oleh Rizky.

“Tak benar itu, sampai hari ini aku tetap menafkahi anak simatawayangku, Syifa. Dulu aku kasih 300 ribu tiap bulan. Ttp ksh cuman sekitar 5 tw 6 bln gt karena kondisi belum dapat kerja,” bebernya.

Meskipun demikian, Rizky tetap berupaya fokus mengais rezeki untuk membiayai anak kesayangannya itu namun Dina tetap saja memperlakukannya semena-mena.

“Trus dina pernah menampar sya wktu d kerjaan brsma preman dan Trus mw pulg absen krja aku gk d ksh, tkut larikn diri, lalu aku d bw d dapn prima center n d emop2 ma mreka,” keluhnya.

”Krna hak ku kn gk ad d penuhi istri…..mlh d laporkan….trus d polsek d caci maki aku ma ibu mertua perempuan,” sebutnya saat bertemu keduanya di Polsek Sunggal untuk menghadiri panggilan pertama penyidik pada tanggal 25 Maret 2014 pukul 10:00 WIB.

Singkat cerita, semenjak empat (4) tahun pisah ranjang dengan istri pertama berlalu pada tahun 2017, Rizky kemudian mendapatkan kembali photo istri pertamanya itu dengan pria lainnya lagi.

” Kemudian photo mesra Dina dengan pria yang lain lagi aku temukan juga dari Facebook, baik laki-laki pertama dan kedua ini sidina tidak pernah cerita, siapa laki-laki yang photo bersama dia itu dan sampai hari ini dina menjadikan photo laki-laki kedua dan dia sebagai photo DP messenger,” sebutnya.

Seolah tak merasa dihargai selaku suami, Rizky pun berencana menggugat cerai istri pertamanya, Dina dan hal itu terhalang dikarenakan surat nikah ada pada Dina dan pengajuan gugatannya itu juga terhalang karena Rizky mendapat kabar bapak mertua meninggal dunia dikarenakan sakit keras.

Upaya demi upaya telah dilakukan untuk memberitahukan kepada Dina namun tak membuahkan hasil, hingga akhirnya Rizky memutuskan menikah dengan istri kedua, Dewi pada tanggal 24 Mei 2017 di Kantor Urusan Agama (KUA) Sunggal dan dikaruniai satu anak perempuan.

Mengetahui Rizky menikah lagi, kemudian di Tahun 2017 tersebut, lalu Dina mendatangi KUA itu seolah tidak terima dan menggugat surat pembatalan pernikahan Rizky dengan Dewi.

” Orang KUA kemudian memberikan surat pembatalan nikah aku dan Dewi kepada Dina,” ucap Rizky.

Setelah memegang surat pembatalan nikah, untuk yang kedua kalinya, Dina melaporkan Rizky ke Polrestabes Medan, Jalan HM.Said, Medan tentang Kawin Halangan, Pasal 279 KUHPidana dan lagi-lagi laporan itu dibantah oleh Rizky.

Waktu pun berjalan, dua tahun kemudian pada tahun 2019, laporan kawin halangan dilanjutkan oleh penyidik unit PPA Sat Reskrim Polresta Medan, Bripda Fanny Dwi Sandy.

”Semalam, Kamis (09/05/2019) saya menghadiri panggilan pertama di unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan, dihadapan bu Fanny saya tetap membantah laporan Dina,” jelasnya sembari menambahkan yang dilaporkan kawin halangan tapi ujungnya Dina minta biaya anak sebesar Rp. 36 Juta menduga untuk biaya nikahnya sama pria lain usai lebaran ini karena kabar yang saya dengar dia udah tunangan sebelumnya,” terang Rizky. (MC)

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro