89819 KALI DIBACA

Sidang Dakwaan Pelaku Pemukulan Koordinator Aksi Unjuk Rasa di Taput Digelar

Sidang Dakwaan Pelaku Pemukulan Koordinator Aksi Unjuk Rasa di Taput Digelar
Teks Foto: 3 Terdakwa saat disidangkan di PN Tarutung, Taput, Rabu (07/12/2016). (TN)

TAPUT (Metro Medan) 

Sidang dakwaan kasus pemukulan yang dilakukan sekelompok orang terhadap Tulus Gok Tua Nababan selaku koordinator aksi unjuk rasa di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Rabu (07/12/2016), mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tarutung, Jalan Mayjen Yunus Samosir No. 93 Tarutung.

Sidang perdana kasus pemukulan ini, mengagendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Purba, SH terhadap terdakwa Andar Lumbantobing, Jansen Lumbantobing dan Simon Sinaga. Ketiga terdakwa juga didampingi oleh pengacaranya Luga Manalu, SH.

Dalam dakwaan JPU, ketiganya didakwa melakukan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama sesuai Pasal 170, ayat 1 dan 2 subsider 351 jo pasal 55 KUHPidana.

Majelis Hakim terdiri dari Ketua Budiman Sitorus, SH, anggota Hendrik Tarigan, SH dan Sana’aro Zendrato, SH. Usai pembacaan dakwaan oleh JPU, Hakim kembali menanyakan apakah surat dakwaan tersebut benar, ketiga terdakwa dengan kompak mengakuinya.

“Apakah dakwaan itu benar?,” ujar Budiman Sitorus, SH kepada ketiganya dan dijawab masing-masing terdakwa dengan kalimat iya, pak hakim.

Sidang yang juga diikuti oleh korban Tulus Gok Tua Nababan didampingi pengacaranya Tony Lambas Pasaribu, SH. MH kemudian ditunda 2 minggu ke depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Sekedar mengingatkan, kasus penganiayaan Ketua aksi Aliansi Masyarakat Peduli Taput (AMPT), Tulus Gok Tua Nababan, dilakukan oleh sekelompok orang pada tanggal 31 Agustus 2016 di depan gedung nasional Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Padahal AMPT yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 200 orang yang akan melakukan aksi unjuk rasa (Unras) damai dan sudah mempunyai Surat Tanda Terima Pemberitahuan ( STTP) Nomor : STTP /14/VIII/2016/Intelkam, pada tanggal 30 Agustus 2016 dari Polres Taput dan Unras yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2016 itupun gagal dilakukan.

Adapun aksi unras yang akan dilakukan AMPT saat itu dengan tuntutan mendesak DPRD Taput agar membentuk Pansus terkait tanah di Partali Julu, Kecamatan Tarutung Taput, mendesak Polres Taput agar menindaklanjuti Laporan LSM OMCI terkait dengan Gratifikasi Fee Proyek. Mendesak Bupati Taput agar mencopot Kepala Bappeda Taput Indra Simare-mare, karena telah menjadi tersangka di Polda Sumut atas kasus Judi.

Serta mendesak Kejaksaan Negeri Tarutung agar menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan masyarakat, terlebih atas dugaan Korupsi Dana TIK tahun 2014 di Diknas Taput.

(Dari Taput, MM-17 Menayangkan)

 

Loading...
This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family