125119 KALI DIBACA

Kasubbag Humas Polres Taput: Saat Ini Kita Persiapan Gelar Perkara

Kasubbag Humas Polres Taput: Saat Ini Kita Persiapan Gelar Perkara
Teks Foto: Kasubag Humas Polres Taput, Aiptu W. Barimbing, SH. (TN)

TAPUT (Metro Medan)

Terkait Surat Laporan Polisi Nomor: LP/387/XI/2016/SU/RES/TAPUT/SPKT tertanggal 08 Nopember 2016 yang lalu atas nama pelapor Lambok Sibarani tetap akan ditindaklanjuti.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Taput, AKBP Dudus Harley Davidson, SIK melalui Kasubbag Humas, Aiptu W. Barimbing, SH kepada sejumlah awak media di Tarutung, Selasa (06/12/2016).

” Saat ini kita lagi persiapan untuk melaksanakan gelar perkara. Apakah kasus ini duduk atau tidak. Dan apabila duduk, maka kita akan memanggil terlapor. Kalau cukup bukti kita akan tetapkan tersangka dan pelapor sudah dua kali kita periksa,” terangnya.

cafe

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teks Foto: Bupati Taput saat melakukan razia sejumlah cafe di Desa Pancur Napitu, Kec. Siatas Barita, Kab. Taput. (TN)

Sekedar diketahui, sebelumnya sejumlah warga yang berdomisili di Desa Pancurnapitu, Kec. Siatas Barita, Kab. Tapanuli Utara, berbondong-bondong mendatangi Mapolres Taput, Selasa (08/11/2016) sekitar pukul 17:30 WIB.

Pasalnya, kedatangan para warga yang berprofesi sebagai pengelola dan pemilik cafe yang ada di Desa Pancurnapitu tersebut guna melaporkan Bupati Kab. Taput, Drs. Nikson Nababan dan beberapa jajarannya terkait dugaan pengrusakan dan pengambilan barang di lokasi cafe dan warung tuak yang dirazia sebelumnya.

” Bupati kita laporkan atas dugaan melakukan tindak pidana sesuai pasal 365 KUHP dan pengerusakan secara beramai-ramai sesuai dengan pasal 406 KUHP,” ungkap Boasa Simanjuntak, SH didampingi Rustam H. Tambunan, SH selaku Kuasa hukum warga saat ditemui metromedan.co.id di Mapolres Taput.

Dijelaskannya, pengerusakan dan pengambilan barang dilakukan pada 05 November 2016 yang lalu sekitar pukul 23:00 WIB hingga pukul 02:00 WIB usai dilakukan razia sejumlah tempat di Cafe Royal 1 dan 2, Cafe Valentine, Fujimacafe, Cafe WWR, Warung tuak Yanti, warung tuak Panggabean dan warung tuak Boru Juntak.

” Yang sangat kita sayangkan, cafe tersebut tidak beroperasi, namun pihak Satpol PP bersama-sama dengan Bupati merusak serta mengambil barang-barang klien saya,” terang Law Office Ibnu – Syafi’i dan Associates.

Atas hal tersebut, selaku penasehat hukum dirinya berharap agar laporan sejumlah kliennya sebagaimana yang tertuang dalam Surat Laporan Polisi Nomor: LP/387/XI/2016/SU/RES/TAPUT/SPKT tertanggal 08 Nopember 2016 satu diantaranya atas nama pelapor Lambok Sibarani segera ditindaklanjuti pihak penegak hukum.

” Harapan kita hendaknya pihak penegak hukum dalam hal ini Polres Taput dapat memprosesnya sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI ini. Jangan ketika seorang Kepala Daerah yang kita laporkan, penegakan hukum terabaikan. Di Indonesia ini, siapapun oknumnya tidak ada yang kebal hukum,” tegas pengacara kondang ini.

Terkait laporan warga, Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu W. Barimbing saat dikonfirmasi mengatakan, jika pihaknya masih mengkaji laporan pelapor.

” Sampai saat ini kita masih mengkaji laporan tersebut, apakah sudah memenuhi unsur atau tidak,” terangnya.

Sementara menurut tanggapan Bupati Kab. Taput, Drs. Nikson Nababan melalui Kabag Humas Pemkab Taput, Donna Situmeang mengatakan, sebelum razia dilakukan, pihaknya telah memberikan surat peringatan kepada para pengusaha.

” Mengenai laporan itu, kita lihat saja ya,” ucapnya singkat.

Pantauan metromedan.co.id di mako Polres Taput pelapor sebanyak 9 orang masih dimintai keterangan penyidik sembari didampingi kuasa hukumnya.

Diketahui adapun sejumlah pelapor atas nama, Lambok Sibarani, Lamhot Gultom, Peredi Panggabean, Windawati Rezeki, Pantun Silaban, Pesta Boru Juntak, Chassandra M.Purba, Nuryanti Butar-butar serta Tumbur Panggabean.

(Dari Taput, MM-17 Menayangkan)

Loading...
This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family