378119 KALI DIBACA

Waspada !!! Beredar Roti Sari Roti Kadaluarsa, 3 Bocah Keracunan

Waspada !!! Beredar Roti Sari Roti Kadaluarsa, 3 Bocah Keracunan

example banner

sari

  Teks Foto : Sari Roti Kadaluarsa yang Ditemukan di Indomaret Jln. Darussalam. (Lim)

Metro Medan – Produk Sari Roti kadaluarsa kian sering ditemukan beredar di pasaran. Teranyar, ditemukan belasan bungkus roti Sari Roti yang telah lewat masa konsumsi di Indomaret Jln. Darussalam Medan, Rabu (24/02/2016) dinihari, sekira pukul 00.15 WIB.

” Saya awalnya hendak membeli roti untuk dibawa pulang. Namun saat saya memperhatikan tulisan di bungkus roti, tertera tulisan : baik digunakan sebelum Tanggal 23 Februari 2016. Artinya, saat saya hendak membeli roti tersebut sudah kadaluarsa,” imbuh Zulham, warga Pasar 10 Tembung saat ditemui metromedan.co.id.

Lebih lanjut dikatakan Zulham, ” Saya sempat bilang sama karyawan Indomaret di sana, ” Eh dek gak tau kalian roti Sari Roti lagi hangat di media tentang dugaan beracun. Tapi kok kalian pajang juga yang sudah expired disini ?, lalu pegawainya cepat-cepat menyimpan roti tersebut. Untung sempat saya foto,” kata Zulham.

Terpisah, terkait temuam roti Sari Roti kadaluarsa tersebut, salah seorang staf PT Nippon Indosari Corporindo Tbk yang memprodukasi roti Sari Roti, Stephen Orlando mengatakan, pihak Sari Roti telah melakukan kegiatan produksi secara prosedur. Dia berdalih, untuk pihak toko, supermarket atau outlet yang menjual produk Sari Roti kadaluarsa, adalah bertanggung jawab pemilik toko, supermarket, ataupun outlet.

Sebelumnya, Roti Sandwich produk Sari Roti yang diduga beracun dan nyaris menewaskan ketiga putra M Rivai Tanjung warga Jln. M. Jamil/Jln. Perhubungan, Bandar Kalipah, yang mereka beli dari Alfamidi Tembung pada, Selasa (19/01/2016) malam lalu.Tiga bocah yang keracunan diduga akibat mengkonsumsi roti Sari Roti itu adalah, Syuja Azka (5), Ibas (3) dan Raka (2).

Kasus ini sudah menjalani dua kali persidangan di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Persidangan pertama, pada Selasa (16/02/2016) pihak Alfamidi Tembung dipanggil sebagai terlapor. Selanjutnya sidang kedua digelar pada, Selasa (23/02/2016) lalu. Pihak Sari Roti diperiksa sebagai saksi. Namun dalam persidangan tersebut pihak Alfamidi saat ditemui wartawan menyalahkan pihak Sari Roti.

Secara tegas, manajemen PT Alfamidi meminta PT Nippon Indosari Corporindo Tbk untuk bertanggungjawab atas persoalan itu.

” Kita tidak bersalah, karena konsumen yang telah membeli roti Sandwich Sari Roti itu belum expired. Konsumen (M Rivai Tanjung) membeli tanggal 19 Januari, sedangkan expired Sari Roti tersebut tanggal 21 Januari. Jadi yang mestinya bertanggungjawab adalah PT Sari Roti,” ungkap Rizal, Staf Perizinan PT Alfamidi, dalam sidang lanjutan yang digelar di Kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), Jln. AH. Nasution, Medan, Selasa (23/02/2016).

Hakim yang memimpin sidang itu, Darma Bakti pun sepakat dengan pernyataan PT Alfamidi. Dia menyebutkan, kasus yang berdasar surat gugatan No.27/P3K/I/2006, seharusnya menjadi tanggungjawab sepenuhnya PT Sari Roti.

” Tugas BPSK bukan hanya menyelesaikan masalah sengketa konsumen tetapi juga menertibkan perizinan dan pengawasan terhadap produk misalnya apakah produk tersebut memiliki SNI, Sertikat Halal dan sebagainya. Jadi kita tetap berpihak kepada konsumen. Untung saja Pak Rivai di rumah saat anaknya keracunan, kalau tidak bisa gawat,” ungkapnya.

Namun secara mendasar dari keterangan hakim saat itu, setiap produk harus memiliki SNI. Tapi kenyataan hingga saat ini produk Sari Roti tidak memilik SNI dan izin Dinkes yang beredar di masyarakat.

(Dari Medan, MM-15 Menayangkan)

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro