31519 KALI DIBACA

Tidak Penuhi Dana Perdamaian, Istri Pertama Ancam Penjarakan Suami

Tidak Penuhi Dana Perdamaian, Istri Pertama Ancam Penjarakan Suami

Metro Medan

Akibat tidak memenuhi sejumlah dana perdamaian yang diminta untuk biaya anak perempuannya yang berusia 6 Tahun, istri pertama, Ikradina Hasibuan (25) mengancam penjarakan suaminya, M Rizky (24) di Mako Sat Reskrim Polrestabes Medan.

”500 perbulan dr umur sebulan smpk 6 taon (Rp. 36 Juta),” ucap istri pertama.

“Tau kan km hukumn na buat klen 5 taon d pnjra law aku gag pny ht kmrn keln dtg gag aku trma,” kata istri pertama yang akrab disapa Dina.

Y dah keln prtngung jwb kn lh smw n ap pn crta na gak akn ad lg kt damai buat keln kdpan na,” tambahnya.

”Kt kk fany aj kalau keln gag bz penuhi yg aku mntak dy surh buat lnjutkn aj,” tambah Dina lagi menirukan ucapan penyidik unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan bernama lengkap Bripda Fanny Dwi Sandy.

Selaku istri kedua, Rusmala Dewi (24) menerangkan bahwa kondisi rumah tanggannya pas-pasan.

”Din mohon maaf kami enggak sangguplah din kalo ngeluarin segitu banyak. Karna posisi Rizky juga kerjanya enggak nentu. Lebih sering enggak kerjanya dari pada kerja Din. Makan kami aja dari hasil kerjaku aja din. Bkn dari hasil dia. Taula gaji guru brp Din. Bukan sedikit itu din kalao ditotalin lebih 20 juta kan. Kalo 1 jt tadi masih bisa aku hutang2 din” keluh Dewi. Namun Dina tidak menghiraukan perkataan istri kedua tersebut.

”Aku udh kbrn tntg ne smw m kk Fany n jgn lma” kelen ambl kptsan krn brkas kelen dah mw msuk k jaksa,” ucap Dina kepada Dewi.

Ketika hal itu dikonfirmasi awak media kepada penyidik unit PPA Sat Reskrim Polresta Medan, Bripda Fanny Dwi Sandy mengatakan, Jum’at (10/05/2019) malam.

”Selamat malam pak. Mengenai perkembangan tindak lanjut thd laporan tersebut telah saya tuangkan ke dalam SP2HP. Apabila ada informasi yg ingin ditanyakan pelapor ,silahkan datang ke kantor untuk koordinasi dengan penyidik agar beritanya tidak simpang siur. Trimakasih,” terangnya.

 

Dilaporkan Istri Pertama Kawin Halangan, Rizky Beri Alasan

M. Rizky membantah surat pengaduan istri pertama, Dina yang melaporkan dirinya ke Mako Sat Reskrim Polrestabes Medan tentang laporan Perkawinan Halangan, Pasal 279 KUHPidana.

Menurut keterangan Rizky, setelah empat tahun berlalu pisah ranjang dari mulai 2013 s/d 2017 dengan Dina, dirinya sempat mencoba menghubungi nomor ponsel istrinya itu untuk memberitahukan rencana pernikahannya dengan istri kedua, Rusmala Dewi namun tidak mendapat respon.

”Aku hubngi (Dina-Red) mllui tlfon untuk memberitahukan akan menikah lagi dengan Dewi tapi gk ad respon n kbar,” ungkap Rizky kepada Wartawan, Jum’at (10/05/2019) siang.

Upaya demi upaya telah dilakukan untuk memberitahukan kepada Dina namun tak membuahkan hasil, hingga akhirnya Rizky memutuskan menikah dengan istri kedua yang disapa Dewi dan dikaruniai satu anak perempuan.

”Kami nikah tgl 24 mei 2017….n d karuniai 1 anak,” terangnya sembari menambahkan, bahwa istrinya Dina sudah bertunangan dengan pria lain dan mereka akan menikah setelah lebaran ini,” cetus Rizky.

Sebelumnya pada tahun 2014, Rizky pernah juga dilaporkan istri pertama, Dina ke Mako Polsek Sunggal tentang menelantarkan anak simatawayang tapi Rizky kembali membantah.

”Tak benar itu, sampai hari ini aku tetap menafkahi anak simatawayangku, Syifa. Dulu aku kasih 300 ribu tiap bulan. Ttp ksh cuman sekitar 5 tw 6 bln gt karena kondisi belum dapat kerja,”

Rizky menceritakan, awal retaknya bahtera rumah tangga dirinya dengan istri pertamanya, Dina disebabkan dugaan adanya campur tangan mertua.

”Sejak tinggal di rumah mertua, ibu mertua prempuan, Deliaty Lubis pernah ambil uang tabunganku Rp.500 ribu tnpa spngetahuanku, padahal uang tabungan bwt ankku,” keluhnya kemudian baru mertua katakan dengan istri bhwa tlah ambil uang simpananku,” ucap Rizky.

Tanpa alasan yang jelas, Rizky yang sebelumnya tinggal bersama Dina dan bayi perempuannya (Syifa-Red) yang masih berusia satu bulan di rumah mertua, Jalan Komplek Abdul Hamid, Nst, Desa Kampung Lalang, Kec. Sunggal DS tiba-tiba diusir oleh mertua laki-laki, Syrifuddin Hasibuan pada tahun 2013 tanpa ada pembelaan dari istri pertamanya tersebut.

Merasa tak bersalah dan kesal hati kemudian Rizky memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya di Dusun VII, Kampung Banten, Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru sementara  istrinya Dina dan balitanya tinggal di rumah mertua.

Kemudian setahun berlalu usai pengusiran dirinya tahun 2013, lalu Rizky mendapat panggilan dari penyidik unit PPA Polsek Sunggal, Bripka Siti Fauziah Nasution sebagaimana yang tertuang dalam surat laporan Nomor LP/549/III/2014/SPKT POLSEK SUNGGAL tanggal 12 Maret 2014 tentang tindak pidana melantarkan orang lain dalam lingkungan keluarga atas laporan Pasal 49  dari UU RI nomor 23 Tahun 2004, Tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga yang dilaporkan oleh istri pertamanya, Dina.

”Krna hak ku kn gk ad d penuhi istri…..mlh d laporkan….trus d polsek d caci maki aku ma ibu mertua perempuan,” sebutnya saat bertemu keduanya di Polsek Sunggal untuk menghadiri panggilan pertama penyidik pada tanggal 25 Maret 2014 pukul 10:00 WIB.

Kemudian, lanjut Rizky berkata, ia juga sangat menyayangkan perlakuan istri pertamanya, Dina terhadap dirinya.

“Trus dina pernah menampar sya wktu d kerjaan brsma preman dan Trus mw pulg absen krja aku gk d ksh, tkut larikn diri, lalu aku d bw d dapn prima center n d emop2 ma mreka,” keluhnya.

Rizky menambahkan, saat dirinya datang untuk memberikan nafkah, ia mendengar kabar mertua laki-lakinya meninggal dunia pada tahun 2017 akibat sakit keras.

Singkat cerita, merasa tak senang lagi, Dina lalu melaporkan kembali Rizky empat tahun kemudian ke Mako Sat Reskrim Polrestabes Medan dalam kasus barang siapa yang kawin sedang diketahuinya bahwa perkawinannya yang sudah ada menjadi halangan di kantor urusan agama, Jalan Sei Mencirim, Dusun III Payageli, Kec. Sunggal.

”Setelah itu saya dilaporkan lagi sama Dina ke Polrestabes Medan tentang Pasal 279 tentang Perkawinan halangan dan diketahui dari Surat panggilan Laporan Polisi Nomor: LP/1637/K/VIII/2017/SPKT/Restabes Medan, tanggal 16 Agustus 2017 yang ditangani oleh penyidik pembantu atas nama Bripda Fanny Dwi Sandy,” bebernya.

Lanjut Rizky, meskipun demikian saya tetap memenuhi surat panggilan pertama penyidik itu dan membantah keterangan pelapor istri pertama.

”Semalam, Kamis (09/05/2019) saya menghadiri panggilan pertama di unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan, dihadapan bu Fanny saya tetap membantah laporan Dina,” jelasnya sembari menambahkan yang dilaporkan kawin halangan tapi ujungnya Dina minta biaya anak sebesar Rp. 36 Juta menduga untuk biaya nikahnya sama pria lain usai lebaran ini karena kabar yang saya dengar dia udah tunangan sebelumnya dan jika tidak penuhi dana perdamaian yang diminta seolah-olah Dina mengancam akan memenjarakan saya. Kan kayak meras kali segitu yang dimnta.,” terang Rizky.

(MM Menayangkan)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below