63119 KALI DIBACA

Penyidik Polisi Dianggap Tidak Profesional Dalam Tangani Kasus

Penyidik Polisi Dianggap Tidak Profesional Dalam Tangani Kasus

Ket. Gambar: Mako Sat Reskrim Polresta Medan. (MM)

 

Metro Medan

Terkait tindaklanjut surat laporan sepihak yang dilakukan penyidik, mendapat kritikan dari Pengamat Hukum, Nuryono, SH menyebut, polisi dianggap tidak profesional dalam menangani kasus.

” Ini kan kasus split di Polsek Medan Baru, kok penyidik hanya melakukan penahanan terhadap Leesam dan Lienawati saja apalagikan mereka ini korban juga dalam surat laporannya di Polsek Medan Baru. Ada apa ini,?” tegasnya kepada awak media, Sabtu (04 Mei 2019).

Terkait pemaparan Kasat Reskrim atas laporan pelapor (Ramly Hati dan Gunawan), Nur menyebut, dugaan terjadi keberpihakan.

” Pertanyaannya kenapa Kasat Reskrim Polrestabes Medan hanya membeberkan ke media kedua terlapor (Leesam dan Lienawati) sementara mereka juga status pelapor di Polsek Medan Baru, apakah seorang Kasat Reskrim tidak tauh bahwa kasus ini split di Polsek Medan Baru.

Kita menduga jelas ini keberpihakan dalam menindaklanjuti kasus serta dianggap ketidak profesionalan oknum penyidik polisi dalam menangani kasus,” ucapnya sembari berharap agar dilakukan pemeriksaan ulang oleh Ankumnya dalam pemberkasan surat laporan kedua belah pihak baik di Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira di Polrestabes Medan, Kamis (02/05/2019) kepada media mengatakan, keduanya (Leesam dan Lienawati-Red) ditangkap akibat terlibat dugaan kasus penganiayaan dan pengeroyokan.

 

“Keduanya ditangkap dalam dugaan kasus penganiayaan terhadap korban Ramly Hati dan Gunawan,” katanya.

Lanjut Putu, awalnya korban (Ramly) dan suaminya Darwan Muktar serta Gunawan datang ke rumah almarhumah ibunya, di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah untuk melakukan sembahyang pada Minggu (07/04/2019).

Setibanya di rumah tersebut, korban bertemu Leesam dan Lienawati yang juga akan melakukan sembahyang. Usai melakukan sembahyang korban dan pelaku yang masih saudara kandung ini terlibat pertengkaran yang berujung penganiayaan.

“Pertengkaran dipicu karena pelaku menyela pembicaraan antara korban dan supir,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, korban Ramly Hati mengalami luka lecet pada mata sebelah kanan, bengkak pada mata kanan, dan luka lecet pada tangan kanan mulai dari bahu melewati lipatan siku.

“Untuk korban Gunawan mengalami luka lecet pada tangan kanan mulai dari bahu melewati lipatan siku, hingga sepertiga atas lengan bawah dengan luka berwarna merah,” jelasnya.

Kejadian ini dilaporkan ke polisi. Petugas dari Unit Pidana Umum Satreskrim Polrestabes Medan yang mendapat laporan, melakukan penyelidikan dan menangkap keduanya, Selasa (30 April 2019) malam.

“Untuk keduanya dipersangkakan Pasal 170 Jo Pasal 351 Kuhpidana. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara. Keduanya sudah dilakukan penahanan,” pungkasnya.

Sementara menurut pernyataan Leesam dirinya membantah penganiayaan terhadap Kakak dan Adik kandungnya tersebut.

” Kalo di Polsek Medan Baru kita jg ada buat pengaduan. Jd pengaduan kita itu split, cuma knp pengaduan mrk ekspress kali dan ada spkapnya sedangkan punya kita sampe sy sdh ditahan hari ini baru di teken spkapnya, Rabu (01 Mei 2019),” ungkap Leesam kepada Wartawan sembari mengatakan,”Kalo pihak yg gak punya selalu dibuat jd pihak yg bersalah khan,?” keluh anak ketiga dari empat bersaudara.

Ketika dikonfirmasi awak media Kasat Reskrim, AKBP Putu Yudha Prawira, Kamis (02 Mei 2019) malam sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan begitu juga saat dikonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Philip Antonio Purba juga belum ada jawaban.

(Metro Medan)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below