Pria Ngaku AKBP Rafael Minta Dana 20 Juta Untuk Bebaskan Doddy


Ket. Gambar: Bukti Transfer dan Via SMS Pelaku Ngaku AKBP Rafael, Selasa (13/02/2018) pagi. (MM)

 

Metro Medan

Apes, kata inilah yang dialami keluarga Doddy Sukmana (37) warga Marelan/Jalan Jemadi, Gg. Family, No.28, Kel. Brayan Darat 2, Kec. Medan Timur. Pasalnya, akibat diimingi bisa membebaskan Doddy yang masih ditahan di ruang tahanan polisi (RTP) Polrestabes Medan sampai hari ini, pihak keluarga pun mentransfer dana sebesar Rp. 20 juta kepada seorang pria yang mengaku bernama AKBP Rafael Shandy Cahya Priambodo yang menjabat sebagai Kasat Narkoba Polrestabes Medan.

Hal itu terkuak sebagaimana yang diungkapkan Devi selaku istri Doddy kepada awak media, mengatakan, kejadian tersebut berawal saat, dirinya mendapat via sms dari handphone miliknya, Selasa (13/02/2018) pagi yang bertuliskan,” Ibu devi, bisa anda hubungi sy segerah di no ini sekarang juga, Dr KASAT NARKOBA POLRESTABES.

Setelah membaca pesan tersebut, selanjutnya, Devi menghubungi nomer handphone +6285243342535 yang digunakan pria tersebut.

Dalam pembicaraan Devi dan pria yang mengaku Kasat Narkoba Polrestabes Medan itu mengatakan,” Saya mau nanya bu Devi, ini kasus Doddy mau dilanjutkan atau tidak,? kemudian Devi menjawab, janganlah pak, bantulah..ia udah bantulah kami transferkan uang Rp.20 juta, biar saya kirim nomor rekening, dan Devi menjawab, oke pak.

Kemudian pembicaraan kedua belah pihakpun ditutup dan pelaku kembali mengirimkan pesan singkat melalui via sms handphone selular ke nomer handphone milik Devi yang bertuliskan, Silahkan anda kirim ke atas nama. HERMANSYAH.NO rekening. 13400110228 10.

Usai membaca pesan tersebut, selanjutnya Devi ditemani mertua Sutrisno (Bapak Doddy) menuju PT. Bank Mandiri yang berada dikawasan rumah tinggalnya dan mengirim dana tunai sebesar Rp.20 juta ke nomer rekening atas nama HERMANSYAH sesui yang disebut pria itu sebelumnya, Selasa (13/02/2018) sekira pukul 11:00 WIB.

Kemudian, Devi menghubungi kembali nomer ponsel pria tersebut dan mengatakan, sesuai dengan permintaan bapak, dana yang diminta sudah dikirim, lalu Devi bertanya, jam berapa keluar pak,? tanyanya kepada pria itu. Nanti malam, kamu tunggu aja di Polrestabes, jam delapan malam udah keluar itu,” sebut pelaku kepada Devi.

Dengan rasa gembira, Devi ditemani mertuanya (Sutrisno) kemudian pergi ke mako Polrestabes dan setibanya, saat memasuki ruang Sat Narkoba, petugas jaga menegur keduanya dan mengatakan, enggak boleh masuk udah malam.

Mendengar itu, dengan wajah sedih kemudian Devi dan mertuanya beranjak pulang ke rumah.

” Apa barangkali kami sudah ditipu pria yang ngaku AKBP Rafael Shandy Cahya Priambodo itu,” keluhnya kepada awak media.

Perihal tersebut selanjutnya awak media mengkonfirmasikan kepada Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafael Shandy Cahya Priambodo melalui aplikasi Whatsapp handphone selular di nomor yang diketahui awak media 0811577xxxx, Selasa (13/02/2018) malam dengan balasan, Anda bisa tau no sy knapa tdk konfirmasi ke sy, kan kasian ortu tsk tsb, sdh sedih krn kelakuan anaknya kena tipu lg oleh org, silahkan aja melapor ke pihak kepolisian, itu pidana,” katanya melalui via sms aplikasi Whatsapp.

Kemudian awak media kembali mengirim pesan dan menjelaskan, bahwa tidak mengetahui tentang uang tersebut, lalu Kasat membalas, Laporkan segera!!!.

 

Devi Kembali Dihubungi Seorang Pria, Kali Ini Ngaku Wakasat Narkoba

Kembali lagi aksi seorang pria menghubungi Devi, Kamis (15/02/2018) pagi untuk meminta uang Rp.10 juta demi kebebasan suaminya, Dodddy.

” Kejadiannya Kamis (15/02/2018) pagi, laki-laki itu ngaku Wakasat Narkoba Polrestabes Medan, dia minta transfer uang Rp.10 juta katanya agar Doddy bebas dan dia menyuruh mertua saya bertemu jam dua siang di Polrestabes Medan, namun saat ditunggu -tunggu berjam-jam di tempat itu (Polrestabes Medan), pria itu tidak munculkan diri dan tidak ada menguhubungi handphone saya lagi,” ungkap Devi menirukan ucapan pelaku seraya menyebut pihak keluarga akan melaporkan kejadian yang menimpa mereka ke kantor kepolisian.

(Dari Medan, MM Menayangkan)





author

Author: