20519 KALI DIBACA

JPU Buat Saksi Bendahara KPUM dan Sales Suzuki Status Terdakwa

JPU Buat Saksi Bendahara KPUM dan Sales Suzuki Status Terdakwa

Teks Foto: Keenam Saksi Saat Bersumpah di Depan Majelis Hakim. (MM)

Metro Medan

Setelah mendengar keterangan kedua saksi dibawah sumpah, atas nama Majelis Hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nelson Viktor untuk membuat saksi Bendahara Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM) dan Sales Suzuki dinaikan statusnya sebagai terdakwa.

Hal itu diutarakan Janverson Sinaga selaku Hakim Ketua kepada dua dari 6 orang saksi yang telah dimintai keterangan dimuka persidangan ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (30/10/2017) siang.

Dalam kasus dugaan penggelapan dana sukses fee sebesar Rp. 3 juta perunit mobil dengan terdakwa Rayana Simanjuntak selaku mantan Wakil Ketua II Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM).

Menurut Hakim Ketua, keterangan saksi pelapor, Jiwa Surbakti diragukan karena tidak mengetahui dengan pasti sisa dana pembelian 179 unit mobil Suzuki APV.

Bahkan, Hakim Ketua juga meragukan jabatan saksi, Jiwa Surbakti selaku Bendahara KPUM yang tidak mengetahui hak dan kewajibannya sebagai Bendahara, oleh karena itu hakim meminta agar seluruh pengurus KPUM untuk diaudit.

Kasus ini terjadi mulai pada tahun 2016 ketika anggota KPUM diminta membayar Down Payment (DP) sebesar Rp. 30 juta hingga Rp. 34 juta untuk pembelian 179 unit Mobil Suzuki APV dengan kondisi mobil baru.

Selanjutnya para pembeli membayar DP ke KPUM sesuai yang diminta namun pihak KPUM hanya menyetorkan DP sebesar Rp. 19,5 juta perunit kepada PT. Trans Sumatera Agung (PT. TSA).

Sisa DP sebesar Rp. 14,5 juta perunit itu kemudian ditanyakan oleh penasehat hukum terdakwa, Onan Purba, SH, CN, MKn kepada saksi, Jiwa Surbakti.

Mendengar pertanyaan itu, Jiwa hanya terdiam. Majelis hakim juga kembali mempertanyakan hal yang sama.

“ Saya tidak ingat pak,” jawab Jiwa singkat.

Ironisnya, jawaban Jiwa kembali membuat majelis hakim marah.

“ Seharusnya kalian semua (Pengurus KPUM) masuk penjara. Kemana kalian buat sisa uang (DP) itu,” sebut hakim Janverson.

Jiwa mengaku, uang disetor dari pembeli mobil berada di kasir. Ia juga mengaku telah menandatangi uang dan tanda terima dari pemilik mobil.

“ Saya juga yang menyerahkan cek ke Sukamto (sales mobil APV),” ujar pria yang mengaku tamatan SMA tersebut.

Sementara menurut kesaksian Sales Mobil APV, Sukamto mengatakan dirinya mengetahui uang Rp. 19,5 juta sedangkan Rp. 16,5 juta, ia menyebut sisanya adalah uang Rayana.

Ketika tim Penasehat Hukum terdakwa Onan Purba, SH, CN, MKn didampingi Yuyun Elli Wahyuni Teja, SH dan Samuel Yohansen, SH menunjukan surat perjanjian fee antara dirinya dan Rayana akhirnya Sukamto tidak bisa mengelak sehingga hakim memerintahkan JPU untuk mencatat Sukamto juga sebagai Terdakwa.

Sidang kemudian ditutup oleh Majelis hakim dan dilanjutkan, Kamis (02/11/2017) pagi dengan agenda mendengarkan keterangan 4 saksi lainnya.

(Dari Medan, MM Menayangkan)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below