16719 KALI DIBACA

Presiden FSPMI dan KSPI Bantah Bangun Rumah dari Iuran Serikat Pekerja

Presiden FSPMI dan KSPI Bantah Bangun Rumah dari Iuran Serikat Pekerja
Teks Foto: Presiden FSPMI dan KSPI, Said Iqbal Bersama Ketua Harian KSPI, Muhammad Rusdi (MM)

 

JAKARTA (Metro Medan)

Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal membantah tudingan pembangunan Rumah miliknya dana dari iuran serikat pekerja.

Demikian hal tersebut dikatakan Ketua Departemen Infokom dan Media KSPI, Kahar S. Cahyono, Jumat (05/05/2017) pagi di Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ia menjelaskan, tudingan tersebut dibantah karena tidak sesuai dengan fakta antara lain: Pertama, iuran serikat pekerja FSPMI dan KSPI diaudit oleh akuntan publik. Setiap tahun keuangan FSPMI selalu diaudit oleh akuntan publik yang tersumpah.

” Selain diaudit, iuran serikat pekerja dipertanggungjawabkan sesuai mekanisme organisasi dalam Rapat Pimpinan (Rapim) dan Kongres.

Anggota mendapatkan laporan hasil audit akuntan publik tersebut, dan sebagai contoh di FSPMI diaudit oleh akuntan publik yang tersumpah tersebut sudah dilakukan dari 15 tahun yang lalu. Jauh sebelum fitnah ini berseliweran.

Makanya anggota KSPI dan FSPMI tidak akan termakan fitnah ini. Bahkan soliditas dan solidaritas perjuangan kaum buruh makin kuat, dan mereka tetap percaya kepada pemimpin buruh termasuk dengan Said Iqbal yang mereka percaya tidak akan memperkaya diri, termasuk memiliki rumah dari iuran buruh apalagi menjadi agen asing,” ungkapnya.

Kedua, lanjut Kahar, dari iuran yang terkumpul peruntukannya adalah sebagai berikut: 60% didistribusikan keseluruh Dewan Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang dan Konsulat Cabang di seluruh Indonesia, di 25 provinsi dan 150 Kab/Kota untuk menjalankan kegiatannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

” Selain itu, 12,5% untuk membayar honorarium staff full timer organisasi yang tersebar di 25 provinsi dan 150 Kab/Kota, dan sisanya untuk berbagai kegiatan seperti rapat rutin nasional, konsolidasi di daerah-daerah, dan pendidikan swadaya dan lainnya,” cetus Juru Bicara organisasi kaum buruh ini.

Ketiga, saat ini Said Iqbal masih tercatat sebagai karyawan di perusahaan multi nasional dengan upah yang relatif tinggi dengan masa kerja hampir 30 tahun. Istrinya juga memiliki usaha kontraktor kecil-kecilan. Oleh karena itu, rumah yang dibangun Presiden KSPI dan FSPMI, Said Iqbal berasal dari dana yang diperoleh secara halal dan baik.

” Dalam hal ini, Said Iqbal memiliki asset yang dimilikinya sejak 15 hingga 20 tahun lalu, yang baru-baru ini dijual dan harganya melonjak berkali-kali lipat karena letaknya yang strategis. Selain itu, Said Iqbal bisa membangun rumah karena baru saja menerima dana pensiun dini dari tempatnya bekerja dengan nilai yang sangat lumayan.

Itulah sebabnya Iqbal tidak banyak bicara ketika kehidupan pribadinya diserang dan difitnah. Karena baginya perjuangan kaum buruh ingin dipisahkannya dari kehidupan pribadinya.

Said Iqbal berusaha mencari rizki yang halal dan baik tidak menggerogoti organisasi serta tidak menjual buruh. Iqbal percaya, perubahan nasib kaum buruh hanya bisa dirubah oleh buruh itu sendiri secara bersama dengan pemimpin buruh yang amanah dan istiqomah walaupun banyak ujian dan fitnah yang menerjang,” tambahnya.

Keempat, sebagai anggota FSPMI dan KSPI, kami justru bangga memiliki pemimpin yang mampu mensejahterakan keluarganya.

” Pemimpin seperti itulah yang kami cari. Dengan memiliki kemampuan ekonomi yang cukup, sebagai pemimpin tidak akan mengambil hak anggota. Selain soal iuran, tuduhan Said Iqbal sebagai agen asing juga tidak benar dan tidak mendasar,” jelas Kahar.

(Dari Jakarta, MM Menayangkan)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below