PU Barometermedan.net: Saya Cuman Minta Uang Kembali, Jika Tidak Kemanapun Akan Saya Perjuangkan


Teks Foto: PU Media Online Web: www.barometermedan.net, Amru Hasibuan, SE saat menunjukkan Surat Laporannya di Polda Sumut. (MM)

Metro Medan

Merasa dirinya dibohongi rekan kerja, Pimpinan Umum (PU) media online Web: www.barometermedan.net, Amru Hasibuan, SE (46) akan menindaklanjuti laporannya di Mako Polda Sumut.

” Jika hutang tersebut tidak juga dibayar Muhammad Yusuf dalam dekat ini, saya akan memperjuangkan yang menjadi hak saya sampai ke ranah pengadilan sekalipun,” ungkap Amru kepada metromedan.co.id, Rabu (15/03/2017) sore.

Amru menceritakan dirinya terpaksa menempuh jalur hukum disebabkan karena tidak adanya kepastian dan niat baik dari rekannya Muhammad Yusuf (37) warga Jln. Menteng  VII, Gg. Sekata No: 16, Kel. Medan Tenggara, Kec. Medan Denai yang dipercayakannya meneruskan dan menyelesaikan pengerjaan Proyek yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebelumnya.


 

 

 

 

 

 

 

 

Teks Foto: Muhammad Yusuf. (MM)

” Tahun 2014, saya mendapat Kontrak Pekerjaan Peningkatan/ Pengerasan Jalan Produksi dengan Batu Pitrun Tahun 2014 sepanjang 10.510 m x 3m x 12cm di Unit Usaha Batang Laping Afdeling II dan III, atas nama CV. Chintya Agung kemudian Pekerjaan Peningkatan/ Pengerasan Jalan Produksi dengan Batu Pitrun Tahun 2014 sepanjang 12.290m x 3m x 12cm di Unit Usaha Batang Laping Afdeling IV dan VI, atas nama CV. Chintya Agung, Pekerjaan Peningkatan dan Pengerasan Jala Produksi dengan Tanah Gunung dan Batu Gunung sepanjang 8.508m sesuai GR.1650/KP di Afdeling I Unit Usaha Balap, atas nama CV. Chintya Agung, Pekerjaan Peningkatan dan Pengerasan Jala Produksi dengan Tanah Gunung dan Batu Gunung sepanjang 8.508m sesuai GR.1650/KP di Afdeling I dan II Unit Usaha Balap, atas nama CV. Ellatec Dwidaya,” kata Amru.

Berhubung waktu itu, Amru menambahkan, dirinya jatuh sakit agar pekerjaan tidak terbengkalai kemudian Amru warga Ruko Sunggal Indah No. B 3 Medan Sunggal inipun menyerahkan dengan meneruskan pekerjaan proyek tersebut kepada Muhammad Yusuf dan Ir. Donax Farabian Silalahi dengan membuat Surat Perjanjian diatas materai, penyerahan proyek itu dilakukannya usai mendapat persetujuan sang istri NT, dimana menurut keterangan istri Amru mengatakan, sebelumnya Muhammad Yusuf membujuk istrinya NT agar Proyek tersebut diserahkan kepadanya (Muhammad Yusuf-Red) untuk diselesaikan.

” Karena merasa kasihan dan adanya persetujuan istri, sayapun kemudian menyerahkan Proyek yang di Madina itu diselesaikan Muhammad Yusuf, namun setelah pekerjaan proyek itu selesai, Saudara Muhammad Yusuf tidak mau menepati isi perjanjian yang ada, yaitu membayar uang saya yang telah terpakai antara lain: sewaktu memperoleh pekerjaan ini ditambah 9 % dari total keseluruhan nilai proyek (Rp. 2.660.000.000,-) diluar PPN yaitu Rp.231.000.000,- sesuai perjanjian dan perincian uang saya yang telah terpakai dalam pelaksanaan di lapangan sebesar Rp. 216.000.000 dengan Jumlah seluruh Rp. 441.000.000. Anehnya lagi sudah saya menolong dia (Muhammad Yusuf) malah saya pula dilaporkannya ke Polda Sumut dengan tuduhan saya melakukan penipuan dan penggelapan sesuai bukti laporan nomor: LP/947/VII/2016/SPKT II. Tertanggal 23 Juli 2016,” sebut Amru.

Karena telah mengingkari janji pembayaran dana Operasional awal pengerjaan proyek pengerasan jalan di sejumlah afdelling PTPN IV Kebon Batang Laping (Balap) Madina yang sudah disepakati sebelumnya, lanjut Amru berkata, selanjutnya dirinya menyurati Direktur Utama PTPN IV (Persero) dengan harapan dana sisa pembayaran proyek yang ada di Madina tidak diberikan kepada Muhammad Yusuf.

” Saya harap Direktur Utama PTPN IV menunda pembayaran sisa uang proyek kepada Muhammad Yusuf karena Proyek yang dikerjakan itukan berasal dari PTPN IV dan Direktur Utama turut andil agar dana pengeluaran saya dalam pengerjaan proyek yang di Madina segera dibayar Muhammad Yusuf kepada saya. Terkait masalah laporan Muhammad Yusuf melaporkan saya dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana proyek senilai ratusan juta rupiah itu sama sekali tidak benar, merasa nama baik saya dicemarkan malahan saya melaporkan  kembali Muhammad Yusuf ke Polda Sumut sebagaimana yang tertuang dalam Surat laporan pelapor Nomor : LP/771/VI/2016 SPKT “I”. tertanggal 1 Juni 2016,” ucap Amru seraya menyebut ini orang enggak tahu diri, udah di tolong, eh malah nodong.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teks Foto: Surat Laporan Amru Hasibuan, SE di Polda Sumut. (MM)

Menanggapi hal tersebut, Humas PTPN IV, Syahrul Aman Siregar yang dikonfirmasi Wartawan di ruang kerjanya mengatakan, menurutnya mengenai masalah pembayaran dana sisa proyek pihak PTPN IV tidak akan menunda hal itu.

” Sepanjang prosedur dijalankan dan administrasinya lengkap, PTPN IV tidak akan menunda-nunda pembayaran dana proyek di Madina dan mengenai adanya masalah hutang piutang dan pengalihan proyek antara Amru dan Yusuf, hal tersebut diluar areal PTPN IV,” jelas Humas.

(Dari Medan, MM Menayangkan)





author

Author: