31919 KALI DIBACA

Pelanggan PDAM Mual Natio Tarutung Ngamuk

Pelanggan PDAM Mual Natio Tarutung Ngamuk
Keterangan Foto: Saut Simanjuntak, pengusaha rumah makan di Tarutung mengamuk di depan kantor PDAM Mual Natio Tarutung. (TN)

TAPUT (Metro Medan)

Saut Simanjuntak, seorang pengusaha rumah makan POSENG CATERING di Jalan TD Pardede, Panganan Lombu, Kec. Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), mengamuk di kantor Perusahaan Daerah Air Minum Mual Natio (PDAM) Mual Natio, Tarutung, Senin (09/01/2017) sekira pukul 10:00 WIB.

Pria tersebut diketahui mengamuk di kantor Perusahaan air minum milik Pemkab Taput sewaktu dirinya ingin membeli air dari perusahaan tersebut. Menurutnya, hampir 3 bulan terakhir suplai air ke daerahnya mati total tanpa ada pemberitahuan kepadanya, padahal tempat usahanya sangat membutuhkan suplai air.

Pantauan metromedan.co.id di lapangan, Saut Simanjuntak bersama temannya marga Tobing yang telah membawa sejumlah ember air terlihat melampiaskan kekesalannya dengan memecahkan beberapa ember di depan pintu masuk kantor tersebut. Aksi yang dilakukannya pun menjadi pusat perhatian warga Tarutung.

Kepada metromedan.co.id, Saut menjelaskan, rasa kekecewaannya bermula dikarenakan dirinya merasa kesal dengan pelayanan dan jawaban yang diterimanya dari karyawan PDAM Mual Natio Tarutung tidak memuaskan dan bahkan beberapa karyawan saat itu pergi dan meninggalkan dirinya seolah terkesan acuh tak acuh.

Dia juga mengatakan, menurutnya, tidak ada guna pihak PDAM Mual Natio baru kemarin melaunching pabrik air minum kemasan merek Pro Tio kalau ternyata pelanggannya justru kekurangan air.

” Ini namanya menyiksa kami dan masyarakat pengguna air minum, pelayanan kurang tapi malah mendirikan pabrik air minum kemasan. Saya ingin membeli air, saya perlu air untuk rumah makan saya dan untuk menyuci piring tapi justru seorang pegawai mengatakan mobil tangki air sedang rusak. Kenapa kalau membeli mobil dinas baru untuk pejabat ada uang. Untuk membeli mobil tangki yang baru saja tidak bisa. Ini ada apa, kemana uang rakyat itu dipergunakan,” sebut Saut curiga.

Lanjutnya menjelaskan, katanya perubahan, inikah perubahan yang disebut-sebut Bupati Taput?,” ucap Saut Simanjuntak. Tak hanya itu saja, Saut bahkan meminta kepada seorang pegawai agar direktur PDAM Mual Natio Tarutung, Lamtagon Manalu dihadirkan untuk memberikan penjelasan.

Namun pegawai itu mengatakan Lamtagon Manalu tidak ada di kantor dan lagi tugas luar. Setelah berdebat panjang, seorang pegawai PDAM Mual Natio, J. Simorangkir, akhirnya meminta kepada Saut Simanjuntak agar bersabar karena mobil tangki air sedang menyuplai air ke tempat mereka.

” Kita sudah coba menjelaskan dan melayani Saut Simanjuntak, namun dia agak emosi. Memang mobil tangki kita sedang rusak, dan satu lagi sedang menyuplai air ke beberapa tempat,” kilah J. Simorangkir.

Terkait suplay air yang mati ke sejumlah pelanggan di Tarutung dan sekitarnya, J. Simorangkir menyebut, hal itu disebabkan beberapa pipa air dari sumber rusak karena tertimpa tanah longsor. Menurutnya, saat ini mereka sedang melakukan perbaikan.

Terpisah, Direktur PDAM Mual Natio, Lamtagon Manalu saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan jika dirinya sudah memerintahkan anggota ke sumber untuk melakukan perbaikan.

” Kepada para pelanggan, saya berharap agar senantiasa tetap bersabar. Hal ini diakibatkan kondisi alam yang terus menerus hujan, hari minggu pun anggota kita tetap bekerja, namun karena cuaca tidak mengijinkan, sehingga sulit dilakukan perbaikan. Mudah-mudahan hari ini bisa selesai perbaikannya,” harap Lamtagon.

(Dari Taput, MM-17 Menayangkan)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below