Kasi Intel Kejari Taput: Tersangka Sudah Kita Titip di Rutan


Teks Foto: Tulus Gok Tua Nababan, Koordinator AMPT saat diperiksa Dokter di RSUD Tarutung, usai dianiaya segerombolan orang. (TN)

TAPUT (Metro Medan)

Kasus Penganiayaan terhadap korban atas nama Tulus Gok Tua Nababan saat melakukan aksi unjukrasa pada 31 Agustus 2016 lalu, saat ini sudah dalam tahap kedua dan akan segera diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tarutung.

Demikian dikatakan Kasi Intel Kejari Taput, Prabudhy, SH kepada metromedan.co.id, Kamis (01/12/2016), di kantornya.

Prabudhy, SH menambahkan, untuk kasus penganiayaan kepada Tulus Gok Tua Nababan, pihaknya telah menahan 3 orang tersangka inisial JL, AL dan SPS, tersangka telah dititipkan di Rumah Tahan Negara (RTN) Tarutung.

” Ketiga tersangka telah kita tahan di RTN Tarutung. Untuk dilimpahkan ke PN Tarutung, secepatnya kita lakukan agar disidangkan,” ujar Prabudhy.

Sekedar mengingatkan, kasus penganiayaan Ketua aksi AMPT tersebut dilakukan oleh segerombolan orang pada tanggal 31 Agustus 2016 di depan gedung nasional Tarutung, Kabupaten Taput.

Padahal AMPT yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 200 orang yang akan melakukan aksi unjuk rasa (Unras) damai sudah mempunyai Surat Tanda Terima Pemberitahuan ( STTP) Nomor : STTP /14/VIII/2016/Intelkam, pada tanggal 30 Agustus 2016 dari Polres Taput dan Unras yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2016 itupun gagal dilakukan.

Adapun aksi unras yang akan dilakukan AMPT saat itu dengan tuntutan:

1. Mendesak DPRD Kab. Taput agar membentuk PANSUS terkait tanah di Partali Julu, Kec. Tarutung Kab. Taput

2. Mendesak Polres Taput agar menindaklanjuti Laporan LSM OMCI terkait dengan Gratifikasi Fee Proyek

3. Mendesak Bupati Taput agar mencopot Kepala Bappeda Taput, Indra Simare-mare, karena telah menjadi Tersangka di Polda Sumut atas kasus Judi

4. Mendesak Kejaksaan Negeri Tarutung agar menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan masyarakat, terlebih atas dugaan Korupsi Dana TIK tahun 2014 di Diknas Taput.

(Dari Taput, MM-17 Menayangkan)





author

Author: