Tersangka Penganiayaan Ketua AMPT Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tarutung


Teks Foto: Ketua AMPT, terlihat membungkuk untuk melindungi dirinya dari hujaman pukulan massa yang melakukan penganiayaan. (TN)

TAPUT (Metro Medan)

Dengan menunggu waktu kurang lebih tiga bulan, akhirnya Polres Taput melimpahkan berkas perkara kasus penganiayaan / pengeroyokan Ketua aksi Aliansi Masyarakat Peduli Taput (AMPT) sebagaimana yang tertuang dalam Surat STPL/169/VIII/2016/SPKT/ TU ke Kejaksaan Negeri Tarutung.

Saat dikonfirmasi perihal tersebut kepada Lambas Tony Pasaribu, SH, MH, selaku Kuasa Hukum korban dirinya membenarkan hal itu.

” Iya, tadi saya baru diberi tahu, saat ini tersangka sudah menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Tarutung, dan ini merupakan tahap kedua setelah berkas tersebut P21,” ungkapnya, Rabu (30/11/2016) kepada metromedan.co.id.

Terpisah, Bripka Ade Silaban selaku penyidik kasus tersebut saat dikonfirmasi melalui selulernya, dirinya membenarkan jika tersangka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tarutung.

” Iya benar, sudah dilimpahkan,” sebutnya.

Sekedar diketahui, kasus penganiayaan Ketua aksi AMPT tersebut dilakukan oleh segerombolan orang pada tanggal 31 Agustus 2016 di depan gedung nasional Tarutung, Kab. Taput.

Padahal AMPT yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 200 orang yang akan melakukan aksi unjuk rasa (Unras) damai sudah mempunyai Surat Tanda Terima Pemberitahuan ( STTP) Nomor : STTP /14/VIII/2016/Intelkam, pada tanggal 30 Agustus 2016 dari Polres Taput dan Unras yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2016 itupun gagal dilakukan.

Adapun aksi unras yang akan dilakukan AMPT saat itu dengan tuntutan:

1. Mendesak DPRD Kab. Taput agar membentuk PANSUS terkait tanah di Partali Julu, Kec. Tarutung Kab. Taput

2. Mendesak Polres Taput agar menindaklanjuti Laporan LSM OMCI terkait dengan Gratifikasi Fee Proyek

3. Mendesak Bupati Taput agar mencopot Kepala Bappeda Taput, Indra Simare-mare, karena telah menjadi Tersangka di Polda Sumut atas kasus Judi

4. Mendesak Kejaksaan Negeri Tarutung agar menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan masyarakat, terlebih atas dugaan Korupsi Dana TIK tahun 2014 di Diknas Taput.

(Dari Taput, MM-17 Menayangkan)





author

Author: