Oknum Kepala Imigrasi Diduga Aniaya Warga Medan Hingga Opname


Teks Foto : Korban saat rawat nginap di RS Imelda Medan.

Metro Medan – Dengan tubuh yang lemah, Faisal Hamdy Harahap (32) warga Jalan HM. Yamin mendatangi Polsek Medan Timur. Pasalnya, ia disiksa oleh tetangganya yang merupakan salah satu Kepala Imigrasi, ES (48) hingga opname di RS Imelda Medan.

Ironisnya, pelaku yang terkenal arogan ini juga sempat mengancam akan menembak korban, Minggu (22/05/2016) sore.

Menurut informasi, awal mula penyiksaan tersebut bermula dari korban yang dimintai tolong oleh Kepala Lingkungan, Dayat untuk menyerahkan proposal dalam rangka menyambut acara KONI sekecamatan kepada pelaku, Senin (09/05/2016) lalu.

Keesokan harinya, Selasa (10/05/2016), pelakupun memberikan uang partisipasi sebesar Rp 100 ribu. Uang proposal tersebut langsung diserahkan korban kepada Dayat. Namun tiba-tiba saja, Rabu (18/05/2016) sekitar jam 23:30 WIB, pelaku yang baru memarkiran mobilnya usai pulang tugas dari tugas langsung mendatangi korban sambil memaki.

Tidak sampai disitu saja, pelaku pun langsung memukuli kepala korban dengan membabi buta. Tidak juga puas, pelaku yang melihat korban tersungkur langsung memijak-mijaknya. Korban yang kesakitanpun langsung menjerit sekuatnya. Orang tua korban, Siti Saidah (62) yang mendengar anaknya menjerit langsung keluar dan menyelamatkan anaknya.

Pelaku yang emosi seperti orang kesurupan memaki dan membentak ibu korban. Setelah puas, akhirnya pelakupun pergi meninggalkan lokasi. Tak terima, korban yang ditemani orang tuanya langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Timur.

” Tiba-tiba saja Pak ES yang baru memarkirkan mobil memaki dan membentak saya bang. Dia bilang ke saya, “KONI..KONI palsu kau ya! Kutembak kau ya,” ujar korban, Faisal Hamdy menirukan ucapan pelaku kepada wartawan, Minggu (22/05/2016) sore di Polsek Medan Timur.

Selain itu, Faisal menjelaskan bahwa awal mula kejadian karena ia menerima uang proposal Rp.100 ribu untuk mengikuti acara olah raga KONI dari kelurahan.

” Proposal itu punya Kepling sebelah (Dayat) bang, dia minta tolong sama saya ngasihkan ke pak ES. Dari pak ES dikasihnya Rp.100 ribu dan langsung saya kasihkan ke bang Dayat, Rabu (10/05/2016) lalu kemudian malamnya, tiba-tiba saya dipukuli, katanya saya menipu dia dengan memberikan proposal itu,” terangnya.

Faisal sudah mencoba menjelaskan bahwa propasal yang ia berikan itu resmi dari Kepling untuk acara KONI yang akan diselengggarakan di Lapangan Teladan Medan.

” Banyak juga atlit dari berbagai macam cabang olah raga yang berasal dari kelurahan kami ini bang makanya dibuat proposal,” jelas Faisal dengan wajah lembam.

Faisal juga menambahkan, malam penganiayaan itu ia disiksa seperti binatang oleh pelaku yang merupakan kepala Imigrasi.

” Pertama muka saya dipukuli bang, kemudian saya terjatuh langsung dipijak-pijak pelaku membabi buta. Unrung ada ibu saya yang menyelamatkan saya. Saat itu ibu saya sudah minta maaf tapi tetap dimaki-maki oleh pelaku. Setelah puas pelaku pun pergi bang,” tambahnya.

Ibu korban, Siti Saidah yang mendampingi anaknya menambahkan saat kejadian ia melihat anaknya diperlakukan seperti menyiksa binatang.

” Seperti binatang anak saya disiksanya, padahal kami sudah saling kenal, kami sama-sama warga lama disitu,” jelasnya.

Siti berharap agar pelaku ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara.

” Saya tidak terima, saya minta pelaku segera ditangkap. Akibat perlakuan pelaku, anak saya terpaksa opname di rumah sakit,” harapnya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu yang dikonfirmasi wartawan berjanji akan menindak lanjuti kasus tersebut.

” Kita akan mengatensi kasus ini. Kita segera memeriksa saksi,” ujarnya singkat.

(Dari Polsek Medan Timur, MM-11 Menayangkan)





author

Author: