10319 KALI DIBACA

Diduga Penggerebekan Bocor, Personil Kepolisian Hanya Dapat BB

Diduga Penggerebekan Bocor, Personil Kepolisian Hanya Dapat BB

Teks Foto : Situasi saat penggerebekan Polisi di kawasan Jln. Mesjid Taufiq, Kec. Medan Perjuangan, Jumat (29/04/2016). (Za) 

Metro Medan  – Petugas Sat Resnarkoba Polresta Medan bersama dengan Polsek Medan Timur kembali melakukan penyisiran, tepatnya dikawasan Jln. Mesjid Taufiq, Kec. Medan Perjuangan, Jumat (29/04/2016) sore.

Penyisiran ataupun penggerebekan dilakukan pasca ditangkapnya dua orang yang merupakan pengedar dan pengguna narkoba beberapa waktu yang lalu.

Pantauan awak media ini dilokasi petugas personil polisi yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto dan Kapolsek Medan Timur, Kompol Bernard Malau melakukan penyisiran sejumlah rumah yang diduga sebagai tempat peredaran serta penggunaan narkoba.

Selain melakukan pemeriksaan sejumlah rumah, petugas juga melakukan penyisiran ditempat-tempat yang biasanya diduduki oleh para pengguna narkoba serta membongkar paksa sebuah rumah yang didalamnya keadaan terkunci dan tidak berpenghuni.

Dari hasil penyisaran itu, petugas menemukan barang-bukti (BB) diantaranya sejumlah alat hisap sabu, plastik klip kecil dan beberapa gram ganja yang belum sempat dipakai. Namun, dalam penyisaran, sejumlah petugas tidak ada mengamankan seorangpun pengedar maupun pemakai narkoba.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kapolsek Medan Timur, Kompol Bernard Malau mengatakan, penyisiran ini merupakan pengembangan kasus tertembaknya seorang terduga pengedar narkoba disaat petugas Polsek Medan Timur melakukan penggerebekan.

” Lokasi ini merupakan rawan peredaran narkoba jadi kita gabung dengan Sat Resnarkoba Polresta Medan dibantu Sat Sabhara dan Polsek Medan Timur untuk melakukan penyisiran,” ujarnya.

Ditambahkan lagi bahwasanya diduga penyisiran ini telah bocor sehingga para pengedar dan pemakai narkoba tidak ada yang diamankan.

” Kita dalam waktu dekat berencana akan mendirikan pos anti narkoba di kawasan Jln. Mesjid Taufiq, yang dimana berguna untuk mempersimpit ruang gerak para pengedar narkoba dan kita akan buat pos yang akan ditempati petugas kepolisian. jadi bila ada yang mencurigakan langsung kita lakukan penggeledahan, karena kita berharap kampung ini bersih dari narkoba,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga saat dilokasi mengaku bernama Dedi mengatakan bahwa kepolisian tidak dapat pelaku pengedar maupun pengguna narkoba, menurutnya dianggap polisi gagal.

” Pasti sudah bocor duluan masalah penggerebekan itu, masa narkoba ada tapi tak ada orangnya,” ujarnya.

(Dari Medan, MM-11 Menayangkan)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below